Ajaran Jesus (Tawhid) versus Ajaran Paulus (Kristen)

Ajaran Yesus merupakan kelanjutan dari ajaran Musa (monotheis), yaitu meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Ilaah (tertulis dalam Injil “Elohiim”) dan Jesus hanyalah rasulullah (Yohanes 17:3). Namun, setelah kepergian Jesus (beberapa riwayat menyebutkan bahwa Jesus kemudian hanya menjadi nabi saja), Saulus dari Tarsus (Paulus) melakukan berbagai penyimpangan dalam agama Nashrani dan memunculkan agama baru, Kristen. Berikut sedikit di antara daftar penyesatan yang dilakukan oleh Paulus.

i. Yesus adalah Tuhan

1 Korintus 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Menurut ayat karangan Paulus di atas, Jesus adalah Tuhan. Padahal, Jesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Jesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel.

Ulangan 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.

Matius 15:24 Jawab Jesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Markus 12:29 Jawab Jesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus.

ii. Sunat tidak penting

Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

1 Korintus 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum-hukum Allah. Hukum-hukum Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki-laki. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Jesus pun disunat (Lukas 2:21). Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

iii. Salib menebus dosa

Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Jesus disalib adalah untuk menebus dosa-dosa manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Jesus berikut ini: Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

Markus 10:14 Ketika Jesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga Matius 19: 14).

Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing-masing. Bahkan menurut Jesus sendiri, anak-anak adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak-anak yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang tidak berdasar !

iv. Segala sesuatu halal

1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk-mabukan di negara Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (Imamat 20: 1-27 dan Ulangan 22: 13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (Imamat 10: 9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (Imamat 11: 1-47 dan Ulangan 14: 3-21); Tuhan mengharamkan darah (Imamat 17: 12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (Imamat 15: 1-34); Laki-laki yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (Imamat 15: 16-18); Tuhan mengharamkan riba (Ulangan 23: 19-20); Jesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (Matius 5: 30; 18: 8 dan Markus 9: 43,45); Jesus memerintahkan cungkil mata bagi laki-laki yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (Matius 5: 29; 18: 9 dan Markus 9: 47); Jesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (Yohanes 8: 7); dan lain-lain.

Bahkan dalam ceramahnya, Ust. Sanihu Munir dengan data dan fakta berhasil membuktikan bahwa Jesus ternyata seorang muslim dan melakukan poligami !!!

Kesesatan yang dilakukan oleh Paulus masih banyak lagi, misalnya adalah adanya dosa keturunan, surat pengampunan dosa, kerahiban (tidak menikah), Menolak hukum Taurat, menghalalkan babi, membungkus orang mati dengan pakaian yang rapi, dan lainnya, yang semua itu tidak akan kita temukan dalam ajaran Yesus.

Advertisements

Sayahadat Nicaea

Berikut merupakan “syahadat Nicaea” hasil kesepakatan Konsili Nicaea.

Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem
Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa,
factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium.
Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan
Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum,
Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal,
Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine,
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang.
Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri
Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa
per quem omnia facta sunt.
segala sesuatu dijadikan olehnya.
Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis.
Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita.
Et incarnatus est de Spiritu Sancto
dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus
ex Maria virgine et homo factus est.
dari Perawan Maria dan menjadi manusia.

Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato,
Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus

passus et sepultus est.
Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan.
Et resurrexit tertia die secundum Scripturas.
Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci.
et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris.
Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa
Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos,
Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati;
cuius regni non erit finis.
KerajaanNya takkan berakhir.
Et in Spiritum Sanctum, Dominum et vivificantem,
Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan;
qui ex Patre (Filioque)* procedit.
Ia berasal dari Bapa (dan Putra)*
Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur:
Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan.
qui locutus est per prophetas.
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi
Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam.
Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katholik* dan apostolik.
Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum.
Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.
Et expecto resurrectionem mortuorum,
Aku menantikan kebangkitan orang mati,
et vitam venturi saeculi. Amen.
dan kehidupan di akhirat. Amin.

==========

Ribet dan terlalu panjang?

Ya udah yang gampang-gampang aja :

Asy hadu an Laailaaha illaLlah, wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

Fitnah Dajjal (bag. 2)

Mata Satu : Simbol Sistem Dajjal

  1. Siapa yang selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal, maka ia selamat dari fitnah Dajjal

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.”(HR. Ahmad 22215)

  1. Keluarnya Dajjal

لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ

Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.”(HR. Ahmad 16073)

Yahudi Isfahan Terlihat Beda dengan Tayalisahnya

Dan dalam Hadits Tamim Ad Dari, kita mendapatkan beberapa simpulan mengenai waktu keluarnya Dajjal:

    1. Diutusnya Nabi terakhir,

    2. Kurma Baisan tidak lagi berbuah,

    3. Mengeringnya Danau Thabariyah/ Tiberias/ Galilee/ Galilea/ Kinnerot,

    4. Mengeringnya ‘Ain Zughar.

    5. Lalu Rasulullah menunjuk arah timur sebagai arah keluar Dajjal.

Tentara Yahudi Mengenakan Tayalisah

Adapun dalam bahasan sebelumnya, dapat kita pahami bersama bahwa Dajjal keluar setelah beberapa fase berikut:

  1. Dibai’atnya Al Imam Al Mahdi,

  2. Penaklukan Jazirah Arab oleh Al Imam Al Mahdi,

  3. Penaklukan Hind dan Sind oleh pasukan berpanji hitam,

  4. Penaklukan Syam,

  5. Penaklukan Persia,

  6. Al Malhamah Al Kubra (Armageddon), dan

  7. Penaklukan Konstantinopel. Setelah ditaklukan, maka setan berteriak mengabarkan kemunculan Dajjal, namun ini adalah kabar palsu, baru setelah kaum muslimin berkumpul di Baitul Maqdis, maka Dajjal benar-benar telah keluar bersama 70.000 orang Yahudi dari Isfahan (Asbahan), sekitar wilayah Khurasan (sekarang termasuk ke dalam wilayah Negara Syi’ah Iran).

Tayalisah khas Yahudi

عن معاذ بن جبل قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الملحمة الكبرى وفتحُ القسطنطينية وخروجُ الدجال في سبعة أشهر . روه أبو داود

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Al Malhamah Al Kubra, penaklukan Konstantinopel dan keluarnya Dajjal terjadi selama tujuh bulan.(HR Abu Dawud)

Khamaini pun mengenakan Tayalisah

عن عبد الله بن بسر أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : بَيْنَ الملحمة وفتح المدينة ستّ سنين ويخرج الدجال في السابعة . روه الإِمام أحمد

Dari Abdullah bin Bisri, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Rentang waktu antara Al Malhamah Al Kubra dan penaklukan Madinah (Konstantinopel) adalah enam tahun dan pada tahun ke tujuh, Dajjal akan keluar.(HR Imam Ahmad)

عَنْ أنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسولُ اللهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلّم : يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُوْدِيَّةِ أصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُوْنَ ألْفًا مِنَ الْيَهُوْد عَلَيْهِمْ السِّيْجَانُ . رواه الإمام أحمد

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Dajjal keluar di Al Yahudiyah (perkampungan orang-orang Yahudi) di Asfahan dan bersamanya 70.000 orang-orang Yahudi yang mengenakan As Siijaan. (HR Ahmad)

و عنه : أنّ رَسُوْلَ اللهِ صلّى الله عليْهِ وسلّمَ قال يُتّبع الدّجّال مِن يهودِ أصبهان سبْعون ألْفًا عَلَيْهِمْ الطيالِسة . رواه مسلم

Dan juga dari Anas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi Asfahan yang mereka semua mengenakan Ath Thayaalisah.(HR Muslim)

  1. Di antara Fitnah Dajjal

    1. Menipu umat manusia,

Telah dijelaskan bahwa secara makna harfiah, Dajjal artinya “penipu ulung”. Di antara tipuannya adalah Dajjal membawa air (sungai) dan api –dalam riwayat yang lain syurga dan neraka-. Apa yang tampak seperti air di sisi Dajjal, sesungguhnya itu adalah api, dan sebaliknya apa yang tampak seperti api di sisi Dajjal maka itulah air/ sungai yang sebenarnya.

Baphomet : Salah Satu Gambaran Iblis, Setan yang disembah pasukan Dajjal

Sistem Dajjal : Sistem penuh tipuan. Apa yang tampak sama sekali tidak menunjukkan fakta dan realita.

Pendidikan -> Pembodohan

Kesehatan -> Racun dan pembunuhan

Berita dan informasi -> Doktrin sesat dan menyesatkan

Demokrasi -> Tirani dan diktatorisme

Musik dan Nyanyian -> Ritualisme penyembah setan

Tujuan dari sistem Dajjal adalah untuk membuat manusia sama seperti apa yang mereka inginkan. Hal ini ditujukan dalam rangka menyambut The New World Order (Tatanan Dunia Baru) yang dipimpin oleh Dajjal.

Jari Metal : Bagian dari Konspirasi Pasukan Dajjal

    1. Menghidupkan orang mati

قال نعيم بن حماد في كتاب الفتن عن ابن مسعود , قَالَ رسولُ اللهِ صلّى اللهُ عليْهِ وسلّم : فيتناول الدجال منهم رجلاً ثم يقول : هذا الذي يزعم أني لا أقدر عليه؟ فاقتلوه ، فينشر ثم يقول : أنا أحييه ، فيقول : قمٍ فيقوم بإذن الله ولا يأذن لنفس غيرها

Berkata Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al Fitan, dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Maka Dajjal menangkap salah seorang laki-laki di antara manusia, kemudian berkata : “Inikah orang yang mengatakan bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya? Bunuh ia!” Maka ia pun digergaji, kemudian Dajjal berkata, “Aku akan menghidupkannya”. Dajjal berkata, “Berdirilah!” Maka laki-laki itu pun berdiri dengan izin Allah dan Allah tidak mengizinkan untuk jiwa lain selain jiwa laki-laki tersebut.

فيقول : أليس قد أمتك ثم أحييتك؟ فيقول : الآن أزيد لك تكذيباً بشرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أنك تقتلني ثم أحيا بإذن الله فيوضع على جلده صفائح من نحاس ثم يقول : اطرحوه في ناري ، فيحول الله ذلك على النذير .

Dajjal pun kembali berkata, “Bukankah aku telah mematikanmu kemudian aku menghidupkanmu?” Berkata laki-laki itu: “Sekarang aku semakin mendustakanmu. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah memberikan gambar gembira kepadaku bahwa engkau membunuhku kemudian aku hidup atas izin Allah.” Maka diletakkan lembaran-lembaran logam di atas kulitnya dan Dajjal berkata : “Lemparkan ia ke nerakaku, maka Allah mengubah bagi laki-laki pemberi peringatan tersebut menjadi kebun.”

Illuminaty : Pasukan Setia Dajjal

  1. Berlindung dari Fitnah Dajjal

وإِن من فتنته أن معه جنَّةً وناراً . فنارُه جَنّةٌ وَجَنَّتُهُ نار ، فمن ابْتُلِيَ بِنَارِهِ فَلْيَسْتَغثْ بِاللَّهِ وليقرأْ فَوَاتِحَ الكهْفَ فَتَكُونَ عَلَيْهِ بَرْداً وَسَلاماً كما كانت النارُ على إِبراهِيمَ . روه أبو عبد الله بن ماجه عن أبي أمامة الباهلي

Sesungguhnya di antara fitnah Dajjal adalah bahwa ia membawa Syurga dan Neraka. Nerakanya adalah Syurga dan Syurganya adalah Neraka. Siapa saja yang dilemparkan ke dalam nerakanya, maka minta tolonglah kepada Allah dan bacalah pembuka Surat Al Kahfi karena ia akan menjadi penyejuk dan penyelamat sebagaimana dahulu Api menjadi dingin atas Nabi Ibrahim. (HR Ibnu Majah dari Abu Umamah Al Bahali)

عن أبي الدرداء يرويه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من حَفِظَ عَشْر آياتٍ من سُورةِ الكَهْفِ عصِمَ مِن فتنةِ الدجَّالِ . روه أبو داود

Dari Abu Ad Darda`, ia telah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, beliau bersabda : Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi maka ia selamat dari fitnah Dajjal. (HR Abu Dawud)

Al Kahfi

Dan disunnahkan membaca doa berikut sebelum salam dalam setiap shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal.”(HR. Muslim 924)

Salah Satu Lambang Pemuja Setan

Fitnah Dajjal (bag. 1)

Sistem Dajjal : Piramida dan Mata Satu

1.       Fitnah Terbesar dan Terberat yang Melanda Ummat Manusia adalah Fitnah Dajjal

روى أحمد عن هشام بن عامر لجيرانه : إنكم لتخلفوني إلى رجال ما كانوا بأخصّ لرسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أوعى لحديثه مني ، فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ” ما بين خلق آدم عليه السلام إلى قيام الساعة أمر أكبر من الدجال. و روه مسلم

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal dari Hisyam bin ‘Amir, bahwa ia berkata kepada tetangga-tetangganya, “Sesungguhnya kalian membawa aku kepada orang-orang yang mereka tidak lebih tahu akan Rasulullah shallallahu’ alayhi wa sallam dan tidak mengingat hadits beliau daripada aku. Sesungguhnya aku mendengar beliau bersabda : “Di antara penciptaan Adam dan terjadinya Kiamat tidak ada fitnah yang lebih besar daripada Dajjal.” Diriwayatkan juga oleh Imam Muslim.

Bagi kita yang telah sedikit banyak mengetahui berbagai macam fitnah yang terjadi menjelang hari kiamat, begitu dahsyatnya fitnah-fitnah tersebut menghantam ummat Islam. Sebutlah fitnah duhaima’, Ahlas, dan Sarra’ yang gelombangnya seperti gelombang samudera, menghantam setiap manusia tidak peduli di manapun ia berada. Atau fitnah harj, di mana jiwa tidak lagi bernilai harganya, orang-orang saling membunuh tanpa tahu alasan mengapa ia membunuh dan mengapa ia terbunuh.

Namun, fitnah Dajjal lebih besar dari itu, lebih berat dari itu, dan lebih dahsyat menghantam setiap manusia lebih dari semua fitnah yang pernah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Untuk itu, sepatutnya bagi kita untuk mengetahui apa dan bagaimana fitnah Dajjal agar kita tidak terjerumus ke dalam fitnahnya yang mengerikan ini.

 2.       Dajjal adalah Makhluq dalam Wujud Seorang Manusia

روى البخاري ، عن أحمد بن محمد المكي ، عن إبراهيم بن سعد ، عن الزهري ، عن سالم
عن أبيه قال : لا والله ما قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) لعيسى أحمر ، ولكن قال : ( بَيْنَمَا أنا نائمِ أطوف بالكعبة وإذا رجل آدَمُ سَبْطُ الشّعرِ يُهَوِّدُ بين رجلين يَنْطِف رأسهُ ماءً أو يُهْرِق ماء فقلت : من هذا؟ قالوا : هذا المسيح ابْنُ مَريمْ ، فَذَهبت ألتفت فإذا رجل أحمرُجسيمٌ جَعْدُ الرأس؟ أعوَرُ الْعَيْن اليمنى كأن عينه عنبة طافِيةٌ؟ قلت : مَن هَذا؟ قالوا : الدجالُ : وأقرب الناس به شبهاً ابْنُ قطن قال الزهري : ابن قطن رجل من خزاعة هلك في الجاهلية
.

Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Ahmad bin Muhammad Al Makki dari Ibrahim bin Sa’d dari Az Zuhri dari Salim dari Ayahnya, bahwa ia berkata : “Tidak, demi Allah, Rasulullah shallallahu’ alayhi wa sallam tidak berkata bahwa Nabi ‘Isa itu merah, akan tetapi beliau bersabda : “Ketika aku sedang tidur aku berthawaf di Ka’bah dan melihat seorang laki-laki Adam dengan rambut terjulur berjalan di antara dua orang laki-laki. Kepalanya meneteskan air atau mengalirkan air. Maka aku berkata : “Siapa ini?” Mereka berkata: “Ini adalah ‘Isa Al Masih bin Maryam.” Maka akupun menoleh dan melihat seorang laki-laki merah besar dengan rambut keriting, mata sebelah kanannya buta, seolah-olah matanya adalah buah anggur yang menggantung. Aku pun bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “Dajjal.” Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan.” Berkata Az Zuhri : Ibnu Qathan adalah seorang laki-laki dari Khaza’ah yang telah mati pada masa jahiliyyah.”[1]

Sebagian orang berpendapat bahwa Dajjal bukanlah makhluq atau wujud. Mereka berpendapat bahwa Dajjal sebatas “sistem” atau Fitnah yang bersifat ma’nawiyah saja. Padahal, kenyataannya dalam hadits-hadits yang shahih dinyatakan bahwa Dajjal merupakan wujud yang nyata, ia adalah salah seorang dari anak manusia yang hidup di atas muka bumi ini dengan ciri-ciri fisik tertentu. Diciptakan oleh Allah azza wa jalla dengan berbagai kemampuan yang dapat menipu manusia, bahkan keajaiban-keajaiban yang tidak diberikan kepada manusia sebelumnya.

Bukti yang paling kuat tentu saja hadits Tamim Ad Dari tentang perjalanannya ke sebuah pulau di sebelah Barat Jazirah, di mana ia bertemu langsung dengan Dajjal di sana.

 3.       Dajjal datang Sebagai Al Masih (Mesiah)

فلما قَضى رسول اللَّه ( صلى الله عليه وسلم ) صلاتَه جَلَسَ على المنبرِ وهو يَضْحَكُ فقالَ : لِيَلْزَمْ كل إِنسانٍ مُصلاهُ ثم قال : أتدرُونَ لِم جَمَعْتًكُمْ ؟ قالوا : اللَّهُ ورسولهُ أعلمُ : قال : إِني واللَّهِ ما جمعتكم لِرغبةٍ ولا لِرَهْبَة ، ولكن لأن تميماً الدَّارِي كان رجلاً نَصرانياً فجاءَ فبايع وأسلم ، وحدثني حديثاً وافق الذي كنت أحَدّثكم عن المسيح الدجالِ ، حدثني أنه ركب البحر في سفينة بحرية مع ثلاثين رجلاً من لَخْم وجُذَامَ ، فلعب بهم الموج شهراً في البحر ثم أرْسَوا إِلى جزيرة في البحر حيث تَغْرُبُ الشمسُ فجلسوا في أقرب السفينة فدخلوا الجزيرة

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam usai melakukan shalat, beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum seraya berkata, “Hendaklah tiap-tiap orang tetap berada di tempat sholatnya.” Kemudian beliau melanjutkan, “Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kamu?.” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih mengerti.” Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari, seorang penganut Nasrani, telah berbaiat masuk Islam dan dia bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih Ad Dajjal. Ia bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari perlindungan ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah terbenamnya matahari.

Laut Mediteran berada di Barat Laut Jazirah Arab atau sebelah Tenggara Eropa

Daerah terbenamnya matahari berarti di sebelah Barat. Dan bila kita perhatikan, lautan di sebelah Barat Jazirah Arab hanya ada dua, yaitu Laut Merah dan Laut Mediterrania. Bila kita berkata bahwa Tamim ad Dari melakukan perjalanan tersebut di Laut Merah, maka pernyataan ini tidak masuk akal, karena Laut Merah merupakan laut yang sempit dan tenang, sehingga dari sudut pandang ilmiah, tidak mungkin sebuah perahu layar terombang-ambing selama sebulan di laut tersebut. Maka, kemungkinan terbesar hanya pada Laut Mediterrania. Artinya, Tamim Ad Dari melakukan pendaratan di pulau-pulau yang berada di sebelah barat Jazirah Arab yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania. Karena itu, pulau yang dimaksud adalah Eropa atau sebagian dari Eropa.

فَلَقيَهُمْ شَيْءُ أهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعْرِ لاَ يدْرُونَ مَا قُبُلُه مِن دُبُرِهِ مِنْ كِثْرَةِ الشَّعْرِ ، فَقَالُوا : وَيْلَكَ مَا أنْتَ ؟ قال : أنا الجَسَّاسَةُ . قالوا : وما الجَسَّاسَةُ ؟ قالت : أيها القوم انطلقوا إِلى هذا الرجل بالدَّيْر فإِنه إِلى خَبَرِكُم بِالأشواق قال : فلما سَمّتْ لَنَا رجلاً فَرقْنَا منها أَن تكون شيطانة .

Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau tersebut. Di sana mereka berjumpa dengan seekor binatang yang bulunya sangat lebathingga tidak kelihatan mana bagian depannya dan mana bagian belakangnya, karena lebat bulunya. Mereka berkata kepada binatang itu, “Celakalah kamu! Siapakah kamu?” Binatang itu menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.” Mereka bertanya , “Apakah Al Jassasah itu?” Dia menjawab, “Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian.” Kata Tamim, “Ketika binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut binatang itu adalah setan.

Al Jassasah adalah makhluq yang pertama kali ditemui oleh Tamim Ad Dari. Disebut Al Jassasah karena pandai mengintai dan melakukan aksi mata-mata (tajassus). Hal ini dapat dilihat dari wujud makhluq tersebut yang tidak bisa dibedakan antara bagian depan dan belakangnya. Bahkan manusia tidak bisa mengira bahwa ia adalah makhluq hidup.

Menurut Syaikh Imran Hussein, hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa penduduk pulau tersebut masyhur dengan kepiawaiannya dalam aksi tajassus (mata-mata). Wallahu a’lam.

Selanjutnya Tamim Ad Dari diminta untuk memasuki sebuah biara atau tempat ibadah orang-orang Yahudi/ Nashrani. Bila kita tilik lebih jauh, pulau di sebelah Barat Mediterrania yang memiliki ciri-ciri tersebut memang tidak akan jauh dari Italy (Romawi) atau sekitarnya. Namun, Syaikh Imran Hussein lebih yakin bila pulau yang dimaksud adalah Inggris.

 قال : فانْطَلَقْنَا سِرَاعاً حتى دخلنا الديرَ ، فإِذا فيه أعظمُ إِنسان رأيناه قط خَلْقاً وأشَدَّه وثاقاً مجموعةٌ يداه إِلى عُنُقِهِ ما بين ركبتيهِ إِلى كعبيه بالحديد . قلنا : وَيْلَكَ مَا أنْتَ ؟ قالَ : قَدْ قدَرْتُمْ على خَبَرِي فأخبروني ما أَنتم ؟ قالوا : نحن أناسٌ من العرب ركبنا في سفينة بحرية فصادفنا البحر حين اغتَلَمَ ، فلعب بنا الموج شهراً ثم أرْفأنا إِلى جزيرتك هذه ، فجلسنا في أقربهَا فدخلنا الجزيرة فلقينا دابة أَهلب كثيرةَ الشَعر ِما ندري ما قبُلهُ من دُبُرِهِ من كثرة الشعرِ ، فقلنا وَيْلَكَ ما أنت ؟ فقالت : أنا الجَسَّاسَةُ ، قالت : أَعمدوا إِلى هذَا الرجل في الدَّيْر ِفإِنه إِلى خَبَركُمْ بِالأشوَاق ، فأقبلنا إليكم سراعاً وفَرَغنَا منها ولم نَأمَنْ أن تكون شيطانة ، فقال : أخبروني عن نخل بَيْسَانِ فَقلنا عن أيّ شأنَها تَسْتَخْبِرُ ? قال : أسألكم عن نَخْلها هل يُثْمَرُ ? قلنا له : نَعَم . قال : أمَا إِنَّه يُوشِك أن لا يُثْمِرَ .

Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, anatar kedua lututnya dan mata kakinya dirantai dengan besi. Kami bertanya, “Siapakah Engkau ini?” Dia menjawab, “Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami terkatung-katung di laut dipermainkan ombak selama satu bulan, kemudian kami mencari tempat berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki sampan kecil yang ada di sini lantas kami masuk pulau ini, dan kami bertemu seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya. Lalu kami bertanya, “Celakalah kamu ! Siapakah kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.” Kami bertanya, “Apakah Al Jassasah itu?” Dia menjawab, “Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena ia merindukan berita kalian.” Lalu kami bergegas menemui dan meninggalkan dia, dan kami merasa tidak aman jangan-jangan dia itu setan.” Dia (lelaki itu) berkata, “Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Nakhl Baisan.” Kami menjawab, “Tentang apanya?” Dia berkata, “Tentang kurmanya, apakah berbuah?” Kami menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya akan tidak berbuah lagi.”

Letak Kota Baisan

Orang yang berada di dalam Biara tersebut pertama kali bertanya tentang Kurma di daerah Baisan. Baisan merupakan sebuah kota di Palestina di al-Ghaur utara, ia berada dekat Sungai Jalut yang mengalir di perkebunan Ibnu Amir. Wisnu Sasongko mengatakan dalam Armageddon bahwa Israel sering menjadikan Baisan sebagai target sasaran sehingga hancur leburlah perkebunan kurma yang ada di sana. Apakah ini merupakan isyarat bahwa pohon kurma di Baisan sudah tidak lagi berbuah? Wallahu a’lam.

 

 قال : أخبروني عن بحيرة الطَّبَرَيَّةِ ، قلنا : عن أي شَأنَها تستخبر ? قال : هل فيهَا مَاءَ ? قالوا : هي كثيرة الماءَ . قال : إِن ماءَها يوشك أن يذهب .

Dan dia bertanya lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang danau Ath Thabariyah.” Kami bertanya, “tenatang apanya?” Dia bertanya, “Apakah ada airnya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali.” Dia berkata, “Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis.”

Letak danau Thabariyah

Danau Thabariyah atau lebih dikenal dengan nama Laut Galilee/ Galilea atau dalam bahasa Ibrani disebut Kinnerot  atau Genesaret. Danau Thabariyah terletak di dataran tinggi Golan sebelah timur dari Palestina. Sekarang danau tersebut dikuasai oleh kaum Yahudi. Sejak tahun 2000, Danau Thabariyah telah mengalami kekeringan dengan sangat cepat dan drastis, bahkan saluran-saluran air yang mengalir dari danau ini, khususnya di sekitar Jordania tersisa seperti solokan-solokan kecil saja (beritanya di sini). Menurut beberapa ahli dan peneliti, Danau Thabariyah akan mengering dalam waktu kurang dari 100 tahun saja. Bahkan sebagian di antara mereka mengatakan bahwa danau ini akan mengering dalam waktu kurang dari 50 tahun saja (videonya di sini). Wallahu a’lam…

قال : أخبروني عن عين زُغَرْ قالوا : عن أَي شأنها تستخبر ? قال : هل في العين ماءُ ? وهل يَزْرَعُ أهلها بماءٍ العين ? قلنا له : نعم هي كثيرة الماءِ وأَهلها يزرعون من مائها .

Selanjutnya dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang negeri ‘Ain Zughar.” Kami bertanya, “Tentang apanya?” Dia menjawab, “Apakah sumbernya masih mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamannya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali, dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka.”

Perhatikan Airnya yang Semakin Surut

Yaqut berkata, “Orang terpercaya bercerita kepadaku bahwa Zughar berada di ujung sebuah danau yang berbau busuk pada sebuah lembah di sana. Jarak antara mata air itu dengan Baitul Maqdis sepanjang perjalanan tiga malam, daerah tersebut ada di sisi kota Hijaz, dan mereka memiliki perkebunan di sana [Lihat Mu’jamul Buldaan (III/142-143), dan kitab an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/304)].

Mata Air Zughar sendiri masih menyambung dengan Danau Thabariyah, terletak di sebelah selatan danau tersebut, masuk ke dalam wilayah Syiria. Mata air ini menjadi tumpuan utama bagi penduduk Syiria dan Palestina dalam mengairi perkebunan mereka. Keringnya Danau Thabariyah pasti akan diiringi oleh keringnya Zughar. Atau bisa jadi sebaliknya, Zughar yang lebih dahulu kering lalu disusul dengan keringnya Danau Thabariyah

قال : أخبروني عن نبي الأمِيّينَ ما فعل ? قالوا : قد خرج من مكة ونزل بِيَثْرِب . قال : أقاتله العرب ? قلنا : نعم . قال : كيف صنع بهم ؟ فأخبرناه أنه قد ظَهَرَ على مَنْ يليهِ من العرب وأَطاعوه قال : قال لهم قد كان ذاكَ ؟ قلنا : نعم . قال : أمَا إِنه خيرٌ لهم أنْ يطيعوه وإِني مخبركم عَنِّي ، إِنِّي أنَا المسِيحُ ، وإِني يُوشِكُ أنْ تُؤْذَن لِي في الخروج فَأخْرُجَ فأسيرُ في الأرض فلا أدَعَ قريةً إِلا هَبَطتُها في أربعين ليلةً غير مكة وطيبةَ فهما محرمتانِ عليَّ كِلّتَاهُمَا

Dia berkata lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang ummi, apakah yang dilakukannya?” Kami menjawab, “Beliau telah hijrah meninggalkan Mekkah ke Yastrib” Dia bertanya, “Apakah orang-orang arab memeranginya?” Kami menjawab, “Ya.” Dia bertanya lagi, “Apakah yang dilakukannya terhadap mereka?” Lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau. Dia bertanya, “Apakah benar demikian?” Kami menjawab, “Benar.” Dia berkata, “Ketahuilah bahwasannya lebih baik bagi mereka untuk mematuhinya. Dan perlu saya beritahukan kepada kalian bahwa saya adalah Al Masih (Ad Dajjal), dan saya akan diizinkan keluar, yang nantinya saya akan berkelana di muka bumi, maka tidak ada satupun desa melainkan saya singgahi selama empat puluh malam kecuali Mekkah dan Thaybah, karena kedua kota ini diharamkan atas saya.

Dekatnya waktu antara kedatangan Nabi terakhir dengan hari kiamat seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk. Sedangkan menjelang hari kiamat, Dajjal akan dilepas dan dibiarkan berkelana ke seluruh penjuru bumi. Pantas saja bila Dajjal menanyakan hal tersebut. Dan Dajjal sendiri membenarkan nubuwwah Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahkan membenarkan orang-orang yang mengikutinya.

Kemudian Dajjal berkelana selama 40 malam ke seluruh kota, kecuali Makkah dan Madinah. Ini merupakan tanda keistimewaan Makkah dan Madinah. Walaupun dua kota ini tidak terhindar dari fitnah-fitnah yang besar, namun dua kota ini terhindar dari fitnah yang paling besar.

 

كُلما أرَدْتُ أن أدخل واحدة أو إِحداهما اسْتَقْبَلَني مَلك بِيَدِهِ السيفُ صَلْتا يَصُدَّني عَنْهَا ، وإِنَّ عَلَى كلِّ نَقْبٍ منها ملائكة يحرسونها قال : قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) : ( وطَعَنَ بِمِخْصَرتِهِ في المنبر هذه : طيبةُ يَعني المدينَةَ ألاَّ هَلْ كنت حدثتكم ذلك ? فقال الناسُ : نَعَمْ . قال : إنَّهُ أعْجَبَني حديث تميم إنَّهُ وافق الذي كنتُ أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألاَ إِنه في بحر الشام أو بحر اليمين لا بل من قبل المشرق وَأوْمأ بيده إِلى المشرق . قالت : فحفظت هذا من رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) )

Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh seorang malaikat yang menghunus pedang. Dan pada tiap-tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya.” Fatimah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda sembari mencocokkan (memasukkan) tongkat kecilnya ke mimbar,” “Inilah Thaybah, inilah Thaybah, inilah Thaybah, yakni Madinah. Ingatlah bukankah aku telah memberitahukan kepadamu mengenai hal itu?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Selanjutnya beliau bersabda, “Saya heran terhadap cerita Tamim yang sesuai dengan apa yang telah saya ceritakan kepada kalian, juga tentang kota Madinah dan Mekkah. Ketahuilah bahwa dia bearada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan dating dari arah Timur… dari arah Timur… dari arah Timur…” Dan beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk kea rah Timur. Fatimah berkata, “Maka saya hafal ini dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.” (HR. Muslim, dari Fatimah binti Qais, Abu Hurayrah, ‘A`isyah, dan Jabir, Fathul Bari 13:328).

Sudah jelas kiranya penjelasan Tamim Ad Dari tentang Dajjal yang ditemuinya di Eropa tadi. Dajjal akan dilepaskan selama 40 hari, dan Rasuulullah membenarkan cerita Tamim Ad Dari. Penjelasan lebih rinci tentang status Dajjal sebagai Al Masih (mesiah) insya Allah di akhir pembahasan ini.

4.       Di antara Ciri Dajjal : Matanya Buta Sebelah, Rambutnya Keriting, dan Di antara Dua Matanya (di dahinya) tertulis kafara

قال أحمد : حدثنا يزيد ، أخبرنا محمد بن إسحاق ، عن نافع ، عن ابن عمر أن رسول الله (صلى الله عليه وسلم ) قال : ( إِنَّه لم يكن نبيّ إلاَّ وَصَفَهُ لأمَّتِهِ ولأصفَنَّهُ صِفَةً لَم يَصِفْهَا من كان قبلي ، إنه أعورُ وإِن الله ليس بأعورَ عينُه الْيُمْنى كأنها عِنَبَة طَافِيَةٌ ) وهذا إسناد جيد حسن .

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Zaid meriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasululullah shallallahu’ alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi sebelum aku kecuali ia telah menyebutkan ciri-cirinya kepada ummatnya, dan aku sungguh akan menyebutkan ciri yang belum disebutkan oleh orang sebelum aku. Sesungguhnya ia buta mata sebelahnya, dan sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelahnya. Mata kanan Dajjal seolah-olah buah anggur yang menonjol.” Sanad hadits ini hasan.

Sebagaimana Sabda Rasulullah dalam hadits kedua di atas:

فَذَهبت ألتفت فإذا رجل أحمرُجسيمٌ جَعْدُ الرأس؟ أعوَرُ الْعَيْن اليمنى كأن عينه عنبة طافِيةٌ؟ قلت : مَن هَذا؟ قالوا : الدجالُ

Maka akupun menoleh dan melihat seorang laki-laki merah besar dengan rambut keriting, mata sebelah kanannya buta, seolah-olah matanya adalah buah anggur yang menggantung. Aku pun bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “Dajjal.”

وقال الإِمام أحمد ، حدثنا محمد بن سابق ، أخبرنا إبراهيم بن طهمان ، عن أبي الزبير ، عن جابر بن عبد الله أنه قال : قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) : ( يخرج الدّجالُ في خِفَّةٍ مِنَ الدِّين وإِدْبَارٍ من العِلم وله أربعون ليلَةً يَسْبَحُهَا في الأرض اليومُ منها كالسنةِ ، واليوم منها كالشهر . واليوم منها كالجُمُعَةِ ، ثم سائر أيامه كأيامكم هذِهِ وله حمار يركبه عرض ما بين أذنيه أربعون ذِراعاً ، فيقول للناس : أنا ر بّكم وهو أعورُ وإِن ربكم ليس بأعْوَرَ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَفَرَ بِهَجَاءٍ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِن كاتب أوْ غير كاتب يَرد كلَّ ماءٍ ومنهل إلا المدينةَ ومكّةَ حًرّمهمَا الله عليه وقامَت الملائكةُ بِأبْوابِهما

Dan berkata Imam Ahmad bin Hanbal, telah meriwayatkan kepada kami dari Muhammad bin Sabiq, dari Ibrahim bin Thahman, dari Abu Zubair, dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Dajjal keluar saat agama dianggap enteng dan ilmu ditinggalkan. Ia mempunyai waktu empat puluh malam. Ia berjalan di atas bumi. Satu hari darinya seperti satu tahun, satu hari darinya seperti satu bulan, satu hari darinya seperti satu Jum’at, kemudian hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian ini. Ia mempunyai keledai yang ia kendarai, lebar antara kedua telinga adalah empat puluh lengan. Ia berkata kepada orang-orang, “Aku adalah Tuhan kalian.” Ia buta mata sebelahnya dan Tuhan kalian tidaklah buta mata sebelahnya. Tertulis di antara kedua matanya, kafara. Dengan huruf yang terbaca oleh setiap mu’min yang bisa baca tulis atau yang tidak bisa baca tulis. Ia mendatangi semua air dan daratan, kecuali Makkah dan Madinah karena diharamkan oleh Allah atasnya dan Malaikat berdiri di pintu-pintunya.”

Yang menarik dari ciri-ciri Dajjal yang disebutkan dari hadits-hadits di atas adalah perkataan Rasulullah tentang butanya mata Dajjal yang sebelah kanan. Jumhur ulama berpendapat bahwa hal tersebut bukan sekedar ma’nawi (majas), namun memang demikian keadaan fisik Dajjal. Hanya saja tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut juga sekaligus menandakan bahwa Dajjal telah menutup diri dari kebenaran. Hal ini ditunjukkan dengan butanya mata sebelah kanan.

Sebagaimana kita ketahui, kanan selalu identik dengan benar. Bahkan dalam bahasa Inggris, kanan dan benar sama-sama disebut “right”. Ini adalah ungkapan umum yang disepakati oleh manusia secara umum. Karenanya tidak salah bila kita mengikuti pendapat Syaikh Imran Hussein yang mengatakan bahwa Dajjal hanya melihat dengan mata lahir dan inilah yang akan dilakukannya kepada seluruh manusia. Dajjal akan membuat manusia buta mata hatinya.

Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa Dajjal adalah penipu ulung. Dia datang untuk menipu seluruh manusia. Khususnya menjadi Al Masih bagi orang-orang Yahudi (Bani Israel). Di antara tipuan yang dilakukan oleh Dajjal adalah membuat realita tidak sesuai dengan apa yang tampak. Apa yang tampak bukanlah realita yang sebenarnya. Inilah tipu muslihat Dajjal. Dan para pengikutnya pun telah memiliki sistem yang sifatnya sama dengan sifat Dajjal itu sendiri. Membuat manusia mengira bahwa dunia adalah kehidupan yang sebenarnya, padahalbagi setiap mu’min kehidupan yang abadi adalah di akhirat kelak. Mungkin karena ini pula Rasulullah mengatakan bahwa setiap mu’min akan sanggup melihat tanda “kafara”, baik mereka bisa baca tulis atau tidak. Mengapa? Karena setiap mu’min melihat dengan mata hati, bukan dengan sekedar mata lahir sebagaimana penglihatan Dajjal. Wallahu a’lam.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [QS. Al Hajj : 46]

Dalam sebuah riwayat, bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Waspadalah terhadap firasat seorang mu’min, karena ia melihat dengan cahaya Allah…”

5.     Dajjal akan Dilepaskan Pada Saat Agama Diremehkan dan Ilmu (syar’i) Ditinggalkan. Ia akan berada di bumi Selama 40 Hari.

Sebagaimana sabdanya dalam hadits di atas:

يخرج الدّجالُ في خِفَّةٍ مِنَ الدِّين وإِدْبَارٍ من العِلم وله أربعون ليلَةً يَسْبَحُهَا في الأرض يَسْبَحُهَا في الأرض اليومُ منها كالسنةِ ، واليوم منها كالشهر . واليوم منها كالجُمُعَةِ ، ثم سائر أيامه كأيامكم هذِهِ

Dajjal keluar saat agama dianggap enteng dan ilmu ditinggalkan. Ia mempunyai waktu empat puluh malam. Ia berjalan di atas bumi. Satu hari darinya seperti satu tahun, satu hari darinya seperti satu bulan, satu hari darinya seperti satu Jum’at, kemudian hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian ini.

Telah kita bahas, bahwa Dajjal datang sebagai Al Masih, yang secara bahasa berarti penghapus, maksudnya penghapus kebaikan/ kebenaran. Sedangkan Nabi ‘Isa juga merupakan Al Masih (penghapus), yakni penghapus kejahatan.

Dalam titik ini, Dajjal akan mengaku sebagai Al Masih yang sebenarnya, yakni pembawa kebaikan kepada Bani Israel. Karena sebagian besar Bani Israel telah menolak kedatangan Nabi ‘Isa sebagai Al Masih 2000 tahun yang lalu. Mereka menganggap bahwa Nabi Isa merupakan aak zina karena lahir tanpa ayah (wal’iyyaudzubillah). Karenannya tidak mungkin menjadi Al Masih bagi mereka. Apalagi di hadapan mata mereka sendiri, Nabi Isa tampak disalib dan mati. Maka bagaimana mungkin seorang Al Masih mati namun kebaikannya belum dirasakan. Karena hal inilah mereka meyakini bahwa akan ada Al Masih yang akan menyelesaikan misi sebagaimana yang termaktub dalam taurat dan Injil, atau sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Daniel. Bahwa Al Masih akan membawa setidaknya empat kebaikan bagi Bani Israel:

  1. Membebaskan Yerussalem
  2. Mengembalikan Bani Israel ke Yerussalem
  3. Mendirikan Negara Israel (Kerajaan Daud)
  4. Mendominasi dunia (mengingat kejayaan Sulaiman)

Dalam melakukan aksinya, sejak dilepasnya Dajjal dan memasuki fase satu hari sama dengan satu tahun, maka Dajjal telah membuat orang-orang Yahudi yakin bahwa dialah Al Masih itu. Karenanya ia berusaha menggunakan para pengikutnya untuk merealisasikan poin-poin di atas.

Menurut Syaikh Imran Hussein. Dalam fase pertama ini Dajjal tidak berada pada dimensi yang sama dengan kita, karenanya harinya berbeda dengan hari-hari kita. Namun, keberadaannya pasti tidak jauh dari pula di mana ia dirantai pada saat ditemui oleh Tamim ad Dari.

Menurut beliau, Dajjal pertama kali dilepas untuk menguasai Inggris. Buktinya adalah bahwa sejak tahun 1917 hingga 1948 Inggris lah yang telah melakukan aksi-aksi Al Masih bagi kepentingan Bani Israel. Inggris lah yang “membebaskan” Yerussalem dari tangan Turki Osmani sekitar tahun 1917 dan mengembalikan orang-orang Yahudi ke sana melalui Deklarasi Balfour.

Inggris pun menjelma menjadi kekuatan yang mendominasi dunia. Tidak heran karena mereka dipimpin oleh Dajjal.

Tradisi kerajaan Inggris yang kental dengan mistis dan masih memiliki garis keturunan dengan raja-raja mesir kuno (fir’aun) membuat Dajjal tidak sulit bila harus berkomunikasi dengan mereka, walaupun berbeda dimensi. Hubungan yang erat antara para sihir kerajaan Inggris dengan para Jin membuat semua itu menjadi mudah. Dan tradisi ini bukanlah rahasia di kalangan kerajaan Inggris. Sebut saja Merlyn, penyihir resmi-nya Arthur yang kisahnya telah diangkat ke dalam film atau serial TV. Ini menunjukkan bahwa kerajaan Inggris bahkan hingga sekarang sangat erat dengan unsur-unsur mistis, hubungan dengan alam Jin, dan sihir.

Hal tersebut akan dapat kita pahami lebih mendalam bila kita juga mengatahui sejarah Ksatria Templar dan Illuminaty-nya. Sebuah ritual mistis penyembah Iblis (disebut juga dengan nama Baphomet, Azazil, atau Lucifer) yang memang sengaja mempersiapkan sistem Dajjal untuk menyambut kedatangan Dajjal di dimensi yang sama dengan dimensi manusia. Wallahu a’lam.

Pada fase pertama ini, Dajjal telah berhasil menipu Bani Israel dengan memenuhi “nubuwwat” tentang Al Masih yang akan menolong mereka. Kemunculan Dajjal di fase pertama ini, juga dapat kita sebut dengan pintu Fase Mulkan Jabbariyan dalam bahasa yang lain. Sebuah fase terakhir dalam kehidupan ummat manusia menjelang fase Khilafah ‘alaa minhaj an Nubuwwah. Sejak itulah kemudian Turki Osmani dirongrong habis-habisan dan resmi runtuh pada 1924 M.

Setelah lahirnya Negara Israel pada tahun 1948, maka Dajjal memasuki fase kedua, yaitu ia berpindah ke dimensi yang satu harinya adalah satu bulan bagi kita. Maka, Syaikh Imran Hussein menyatakan, dengan ini pindah pula Dajjal dari Inggris ke negara yang lain. Sebuah negara yang akan selalu mensupport kebijakan-kebijakan Israel. Sebuah negara yang akan mendominasi dunia dengan kekuatan politik, ekonomi, dan militernya. Sebuah negara yang tidak lebih dari boneka para Zionis, yaitu Amerika (US).

Dan kehancuran Amerika pun diambang mata. Mengapa?

Tidaklah heran bila Amerika pada akhirnya akan hancur. Karena Dajjal telah bersiap-siap pindah dimensi ke fase ketiga, di mana satu harinya sama dengan satu Jum’at. Maka, pastilah Dajjal akan menggoyangkan dunia untuk menghancurkan Negara yang dulu menjadi bonekanya, agar negara baru muncul menggantikan dominasi negara tersebut, baik dari sisi militer, ekonomi, maupun politik.

Tidak ada bayangan lain bagi kita sepertinya kecuali mengatakan bahwa negara yang telah dipersiapkan menjadi ‘pemimpin dunia’ selanjutnya adalah Negara Israel, sesuai dengan nubuwwat yang dibawa Taurat tentang Al Masih. Tiga poin telah terlaksana, dan hanya tinggal satu poin lagi, yaitu mendominasi dunia.

Dari sisi ekonomi, dominasi uang kertas hari ini tidak lebih dari sebuah penipuan massal yang dilakukan oleh bankir-bankir Yahudi. Dengan menggunakan kertas yang aslinya tidak memiliki nilai sama sekali, sistem ini pasti akan hancur dengan sendirinya, bila tidak, maka mereka sendiri yang akan menghancurkannya, karena sistem perekonomian dan keuangan baru telah diciptakan, yaitu uang elektronik. Tanpa kertas tanpa bebas, lebih mudah. Ini menurut mereka. Namun apa yang sebenarnya terjadi adalah upaya mengontrol seluruh aktivitas manusia di seluruh dunia. Lebih lanjut tentang sistem keuangan Dajjal akan dibahas kemudian.

Perhatikan Simbol Mata Satu dan Tulisan “Kfir”

Dari sisi militer, pasukan Israel telah mempersiapkan brigade khusus mereka yaitu brigade KFIR, tidak jauh dengan apa yang tertulis di jidat Dajjal “KAFARA”. Juga, Israel adalah satu-satunya negara yang bebas memproduksi nuklir. Ini merupakan langkah taktis yang dilakukan mereka dalam upaya mendominasi dunia dan menanti kedatangan Al Masih mereka di dimensi kita.

Namun demikian, kita telah mempelajari berbagai hadits yang sharih (jelas), bahwa sebelum Dajjal memasuki dimensi kita, dengan izin Allah bangsa Yahudi di Palestina akan dihancurleburkan oleh pasukan Al Imam Al Mahdi. Setelah menguasai Jazirah Arab, maka pasukan Al Mahdi akan memerangi Syam dan memenangkannya, lalu kemudian Persia, dan juga memenangkannya, setelah itu seluruh pasukan akan berkumpul di Baitul Maqdis untuk melakukan peperangan terbesar melawan Bangsa Romawi. Maka, setelah bangsa Romawi ditaklukan, Kaum Muslimin pun melakukan ekspansi ke Eropa. Baru setelah itu, Dajjal akan muncul dalam dimensi kita bersama 70.000 orang Yahudi dari Isfahan (Iran).

Yang terpenting dari itu semua adalah, bila orang-orang Yahudi dan para pengikut setia Dajjal dari kalangan Illuminatis, Zionis, Freemasson, atau Luciferian telah begitu siap siaga dan serius dalam menyambut kedatangan Dajjal, Al Masih mereka, maka di mana kita?

Sudahkah kita bersiap-siap menyambut kedatangan Imam Mahdi dan Nabi ‘Isa? Inginkah kita menjadi pasukan pembela Imam Mahdi bila kita ditaqdirkan masih hidup dan melihat Al Mahdi? Lalu, apa yang sudah kita persiapkan untuk itu semua? Layakkah kita menjadi pasukan terbaik di atas muka bumi ini? Maka dari itu, bersiapsiagalah…

Wallahu a’lam

 


[1] Namanya Abdul Uzza bin Qathan bin Amru bin Jundub bin Sa’id bin ‘Aidz bin Malik bin Al Mushthaliq

Al Imam Al Mahdi (bag. 3)

KEMUNCULAN AL IMAM AL MAHDI DAN PERANG AKHIR ZAMAN

 

عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “يكون اختلافٌ عند موت خليفة فيخرجُ رجل من أهل المدينة هارباً إلى مكَّة فيأتيه ناس من أهل مكة فيخرجونه وهو كاره فيبايعونه بين الركن والمقام ويبعث إليه بَعْثٌ من الشام فَتُخْسَفُ بهم البيداءُ بين مكة والمدينةِ “. روه أبو داود

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahwa Nabi bersabda : “Akan terjadi perselisihan pada kematian seorang khalifah, hingga keluarlah seorang dari penduduk Madinah melarikan diri ke Makkah. Kemudian orang-orang dari penduduk Makkah mendatangi dan mengeluarkannya dari kota itu, sedangkan ia tidak menyukai hal tersebut. Maka mereka membai’atnya di antara Rukun dan Maqam. Lalu dikirimlah utusan dari Syam, serta mereka dihancurkan di Baida’, antara Makkah dan Madinah.” [HR. Abu dawud]

عن أم سلمة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يبايع لرجل من أمتي بين الركن والمقام كعدة أهل بدر .مستدرك الحاكم [8328]

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Seseorang dari umatku akan dibai’at di antara rukun dan maqam oleh orang-orang sejumlah Ahlu Badr (313 orang). [Mustadrak Al Hakim no. 8328]

 

عن نافع بن عتبة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تغزون جزيرة العرب فيفتحها الله ثم تغزون فارس فيفتحها الله ثم تغزون الروم فيفتحا الله ثم تغزون الدجال فيفتحه الله . روه مسلم

              Dari Nafi’ bin ‘Utbah, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Engkau akan memerangi Jazirah Arab dan Allah akan memenangkannya untukmu. Kemudian engkau akan memerangi Persia dan Allah akan memenangkannya untukmu. Kemudian engkau akan memerangi Romawi dan Allah akan memenangkannya untukmu. Kemudian engkau akan memerangi Dajjal dan Allah akan memenangkannya untukmu. [Shahih Muslim]

 

روى أحمد[5/245]  وأبو داود [4294] عن معاذ : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : عمران بيت المقدس خراب يثرب ، وخراب يثرب خروج الملحمة ، وخروج الملحمة فتح القسطنطينية ، وفتح القسطنطينية خروج الدجال.

Diriwayatkan dari Ahmad [5/245] dan Abu Dawud [4294] dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Kemakmuran Baitul Maqdis akan diiringi pengosongan Yatsrib. Pengosongan Yatsrib akan diiringi oleh keluarnya (kaum muslimin) dalam Al Malhamah (perang akhir zaman/ armageddon), dan Al Malhamah diiringi dengan penaklukan Konstantinopel, dan penaklukan Konstantinopel akan diiringi dengan keluarnya Dajjal.

عن أبى هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال  لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون ، حتى يختبئ اليهودى من وراء الحجر والشجر ، فيقول الحجر أو الشجر : يا مسلم يا عبد الله هذا يهودى خلفى فتعال فاقتله ، إلا الغرقد فإنه من شجر اليهود . متفق عليه

Dari Abu Hurayrah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi Yahudi, maka kaum muslimin membunuhi mereka sehingga orang-orang Yahudi itu bersembunyi di belakang batu dan pohon. Maka, batu dan pohon itu berkata : wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah ia! Kecuali pohon gharqad, karena pohon gharqad merupakan pohon orang-orang Yahudi. [Muttafaq ‘Alaih, dengan lafal Muslim]

 

لا تقوم الساعة حتى ينزل الروم بالأعماق أو بدابق فيخرج إليهم جيش من المدينة من خيار أهل الأرض يومئذ فإذا تصافوا قالت الروم خلوا بيننا وبين الذين سبوا منا نقاتلهم فيقول المسلمون لا والله لا نخلي بينكم وبين إخواننا فيقاتلونهم فينهزم ثلث لا يتوب الله عليهم أبدا ويقتل ثلثهم أفضل الشهداء عند الله ويفتتح الثلث لا يفتنون أبدا فيفتتحون قسطنطينية فبينما هم يقتسمون الغنائم قد علقوا سيوفهم بالزيتون إذ صاح فيهم الشيطان إن المسيح قد خلفكم في أهليكم فيخرجون وذلك باطل فإذا جاؤوا الشام خرج فبينما هم يعدون للقتال يسوون الصفوف إذ أقيمت الصلاة فينزل عيسى بن مريم صلى الله عليه وسلم فأمهم فإذا رآه عدو الله ذاب كما يذوب الملح في الماء فلو تركه لانذاب حتى يهلك ولكن يقتله الله بيده فيريهم دمه في حربته. الحديث طويل رواه مسلم في كتاب الفتن (2897) عن أبي هريرة ونحوه حديث ابن مسعود

Tidak akan terjadi kiamat sehingga bangsa Romawi sampai di A’maq atau Dabiq. Kedatangan mereka dihadapi oleh sebuah pasukan yang keluar dari kota Madinah yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada masa itu. Pada saat mereka telah berbaris, bangsa Romawi menggertak : “Biarkan kami masuk untuk membuat perhitungan dengan orang-orang kami yang kalian tawan!” Mendengar gertakan tersebut, kaum muslimin menjawab : “Demi Allah, kami tak akan membiarkan kalian mengusik saudara-saudara kami!” Maka terjadilah peperangan antara kedua pasukan. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri, maka Allah tidak akan mengampuni mereka selama-lamanya. Sepertiga pasukan Islam akan terbunuh, merekalah sebaik-baik syuhada. Sepertiga yang lainnya akan memperoleh kemenangan dan tidak akan terkena fitnah sedikitpun selamanya. Kemudian mereka menaklukan kota Konstantinopel. Ketika mereka tengah membagi-bagi harta rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon Zaitun, mendadak suara teriakan setan, “Sesungguhnya Al Masih Ad Dajjal telah menguasai keluarga kalian!”

Mereka pun bergegas pulang, namun ternyata berita itu bohong. Tatkala mereka telah sampai di Syam, barulah Dajjal muncul. Ketika mereka tengah mempersiapkan diri untuk berperang dan merapikan barisan, tiba-tiba datang waktu shalat. Pada saat itulah Nabi Isa bin Maryam turun. Ia memimpin mereka. Begitu melihat Nabi Isa, musuh Allah si Dajjal pun meleleh bagaikan garam yang mencair. Sekiranya ia membiarkannya, sudah tentu musuh Allah itu akan hancur leleh. Namun Allah membunuhnya melalui perantara Nabi Isa, sehingga beliau menunjukkan kepada kaum muslimin darah musuh Allah yang masih segar menempel di ujung tombaknya.

SIMPULAN:

  1. Dibai’atnya Imam Mahdi oleh orang-orang sejumlah Ahlu Badr pasca terjadinya banjir darah di Mina. Setelah itu, Imam Mahdi dan pasukannya menaklukan Jazirah.
  2. Imam Mahdi dan pasukannya melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis, Madinah dikosongkan. Yahudi diperangi. Beriring dengan ini, pasukan Khurasan pun melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis.
  3. Imam Mahdi memerangi Persia Raya bersama orang-orang Romawi.
  4. Peperangan Akhir Zaman (Armageddon) : Pasukan Imam Mahdi melawan tentara Romawi. Sepertiga kaum muslimin menjadi munafiq, sepertiganya syahid, dan sepertiganya merasakan kemenangan di dunia.
  5. Penaklukan Konstantinopel.
  6. Kemunculan Dajjal.
  7. Kemunculan Nabi Isa dan dibunuhnya Dajjal.

 

Wallahu a’lam…

Al Imam Al Mahdi (bag. 1)

Dalam jilid terakhir Kitab Al Bidayah wa An Nihayah tulisan Ibnu Katsir, Al Fitan wa Al Malahim, beliau membuat satu fasal khusus yang berkaitan dengan isyarat nubuwah tentang munculnya Al Imam Mahdi yang akan membawa kembali kejayaan bagi Islam dan kaum muslimin. Berjihad memerangi musuh-musuh Allah dan memenangkan diin-Nya walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Al Mahdi

Sebagian orang menolak isyarat ini, bahkan dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada Al Mahdi kecuali Nabi Isa ‘alayhis salaam. Padahal hadits-hadits yang datang kepada kita yang mengabarkan kehadiran Al Imam Al Mahdi begitu banyak hingga derajat mutawatir. Konsekwensi logisnya adalah kita wajib mengimaninya tanpa keraguan sedikitpun. Karena riwayat yang begitu banyak ini justru saling menguatkan satu sama lainnya. Tidaklah mungkin ratusan orang yang berbeda tempat dan masa hidupnya bersepakat untuk berdusta dan membawakan riwayat ini. Apalagi jika sebagian besar para periwayat tersebut ternyata dikenal sebagai orang-orang shalih dan jujur lagi terpercaya. Alasan apa lagi yang membuat kita menolak isyarat nubuwwah tentang kemunculan Al Imam Al Mahdi?

NAMA DAN NASAB AL IMAM AL MAHDI

عن علي قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لو لم يبق من الدنيا إلا يوم, لبعث الله رجلاً منا يملأها عدلاً كما ملئت جوراً.” روه الإمام أحمد

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : “Sekiranya tidak tersisa umur dunia kecuali satu hari saja,  maka pasti Allah mengutus seseorang dari kami yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah penuh dengan kejahatan dan kadzhaliman.” [HR. Ahmad]

Dengan kata lain, kiamat tidak akan terjadi kecuali Al Imam Al Mahdi telah turun ke muka bumi untuk memenuhi bumi dengan keadilan dan kebenaran.

قال علي ونظر إلى ابنه الحسن فقال إن ابني هذا سيد كما سماه رسول الله صلى الله عليه وسلم وسيخرج من صلبه رجل يسمى باسم نبيكم صلى الله عليه وسلم يشبهه في الخلق ولا يشبهه في الخلق ثم ذكر قصة يملأ الأرض عدلاً. روه أبو داود

 ‘Ali radhiyallahu ‘anhu sambil melihat ke arah anaknya, Al Hasan, kemudian berkata : “Sesungguhnya puteraku ini adalah seorang sayyid sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan akan lahir darinya seorang laki-laki yang namanya sebagaimana nabi kalian shallallahu ‘alayhi wa sallam yang mirip akhlaqnya dengan beliau tapi tidak mirip fisiknya, kemudian akan memenuhi bumi dengan keadilan.” [HR. Abu Dawud]

Hadits di atas menjelaskan bahwa Al Imam Al Mahdi yang akan muncul sebagai pembela Islam dan kaum muslimin berasal dari keturunan Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib, tidak seperti klaim orang-orang Rafidhah (Syi’ah) yang menyatakan bahwa Al Mahdi Al Muntadzhar berasal dari keturunan Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib.

عن عبد الله بن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “لو لم يبقَ من الدنيا إلا يوم قال زائدِه لطوَّل الله ذلك اليومَ حتى يُبْعَث فيه رجل مِنِّي أو من أهل بيتي يُواطئُ اسمه اسمي واسمُ أبيه اسم أبي. زاد من حديث قطر: “يملأ الأرض قِسْطاً وعَدْلاً كما مُلِئَتْ ظلماً وجَوراً.” روه أبو داود

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Sekiranya umur dunia tinggal satu hari…” (dalam riwayat lain ada tambahan) : “Pastilah akan dipanjangkan.” “Sampai dibangkitkannya seorang laki-laki dari Ahlul Bait-ku yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku.” Terdapat tambahan dalam hadits Qathar : “Ia akan memenuhi bumi dengan kebenaran dan keadilan sebagaimana (sebelumnya) penuh dengan kedzhaliman dan aniaya.” [HR. Abu Dawud]

Hadits ini memberikan penjelasan yang cukup lengkap mengenai nama dan nasab Al Mahdi, beliau adalah Muhammad bin Abdullah Al Alawi (seorang ahlu bait).

عن أم سلمة قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “المهدي من عِتْرتي من وَلد فاطمة.” روه أبو داود

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Al Mahdi adalah ‘ithrah-ku, ia merupakan keturunan Fathimah”.” [HR. Abu dawud]

Menurut Ibnu Al Atsir, ithrah seseorang adalah kerabat khususnya. Ithrah Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah Bani Abdul Muththalib. Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah Ahlul Bait beliau yang terdekat, yaitu anak-anak beliau serta Ali dan anak-anaknya. Yang masyhur dan ma’ruf adalah bahwa maksud ithrah beliau adalah ahlul bait beliau yang diharamkan menerima zakat. [An Nihayah fii Gharib Al Hadits, 3/177]

Al Hafidz Ibnu Katsir berkesimpulan bahwa Al Imam Al Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah Al Alawi Al Fathimi Al Hasani bukan Al Husaini. [Al Bidayah wa An Nihayah 10/37]

 

CIRI-CIRI FISIK AL IMAM AL MAHDI

عن أبي سعيد قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “المهديُّ مني أجْلى الجبهة أقنَى الأنْفِ يملأ الأرض قسطاً وعدلاً كما ملئت ظلماً وجوراً يملك سَبْعَ سِنِينَ.” روه أبو داود

Dari Abu Sa’id Al Khudhri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : “Al Mahdi dari (keturunan)ku. Ia ajla aljabhah dan aqna’ hidungnya. Ia akan memenuhi bumi dengan kebenaran dan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah penuh dengan kedzhaliman dan aniaya. Ia akan memimpin kalian selama tujuh tahun.” [HR. Abu Dawud]

Ada syahid (penguat) dalam hadits Ibnu Adi dalam Al Kamil, dengan tambahan : “memiliki gigi yang rapi.”

Adapun yang dimaksud ajlah adalah berdahi lebar, yaitu rambut bagian depan kepalanya rontok. [Al Gharib, Ibnu Qutaybah 1/309]

Al Khaththabi berkata, “Orang yang ajlah adalah orang yang bagian rambut depan kepalanya rontok, jika rontoknya sampai ke tengah disebut ajla.” [Al Gharib, 1/79]

Sedangkan yang disebut aqna atau qana adalah hidung yang panjang, dan lancip bagian ujungnya, serta sedikit bengkok di tengahnya. [An Nihayah fii Gharib Al Hadits, Ibnu Al Atsir 4/116]

Ibnu Manzhur berkata, “Hidung yang qana adalah hidung yang panjang, lancip ujungnya, dan bengkok tengahnya.” [Lisan Al Arab, 1/104]

Al Abadi berkata, “Maksudnya bahwa Al Mahdi tidak berhidung pesek, karena orang yang berhidung pesek penampilannya kurang disukai.” [Aun Al Ma’bud Syarhu Sunani Abi Dawud 11/92]

KARAKTERISTIK DAN AKHLAQNYA

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Ali di atas, bahwa akhlaq Al Imam Mahdi sama dengan akhlaq Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dalam riwayat yang lain disebutkan,

عن علي قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “المهديُّ مِنَّا أهْلَ البيتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ في ليلةٍ.” روه الإمام أحمد بن حنبل

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : “Al Mahdi dari kalangan kami, termasuk Ahlul Bait, Allah akan menshalihkannya dalam waktu satu malam.” [HR. Ahmad]

Berkata Ibnu Katsir, “maksudnya adalah Allah menerima taubatnya, memberikan taufiq baginya, memahamkannya (urusan agama), dan menunjukinya (memberikan huda); setelah sebelumnya tidak demikian.” [Al Bidayah wa An Nihayah, 10/37]

Begitupun dalam kitab shahihnya Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda : “Akan keluar seseorang dari ummatku, namanya sama dengan namaku, akhlaqnya sama dengan akhlaq-ku.” [HR. Ibnu Hibban]

 

KEMUNCULAN AL IMAM AL MAHDI

عن عبد الله قال: بينما نحن عند رسول الله صلى الله عليه وسلم اغْرَوْرَقت عيناه وتغير لونه قال: فقلت ما نزال نرى في وجهك شيئاً نكرهه فقال: “إنا أهلُ بيت اختار الله لنا الآخرةَ على الدنيا وإن بيتي سَيلقَوْن بعدي بلاء وتشريداً وتطريداً حتى يأتي قوم من قِبَل المشرق معهم رايات سود فيسألون الخبز فلا يُعْطَونَه فيقاتلون فَيُنْصَرون فيُعْطَوْنَ ما سَأَلوا فلا يَقْبَلُونَهُ حتى يدفعوها إلى رجل من أهل بيتي فيملأها قسطاً كما مُلِئَتْ جَوْراً، فمن أدرك ذلك منكم فليأتهم ولوحبواً على الثلج.” روه ابن ماجه

Dari Abdullah, ia berkata : pada saat kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, wajah beliau memucat dan kedua mata beliau berkaca-kaca. Lalu aku berkata : ‘Kami melihat wajah anda menandakan sesuatu yang tidak menyenangkan.’ Maka Rasulullah menjawab : “Sesungguhnya kami adalah ahlul bait, dan Allah telah memilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Sesungguhnya ahli bait-ku akan menemui derita yang berat serta pengusiran sepeninggalku. Hingga datang suatu kaum dari arah timur dan bersama mereka bendera-bendera berwarna hitam. Pada saat mereka meminta roti dan tidak diberi, maka mereka pun berperang dan menang. Lalu mereka diberi apa yang mereka minta namun mereka tidak menerimanya hingga memberikannya kepada ahli bait-ku. Ia pun memenuhinya dengan kebenaran sebagaimana (sebelumnya) penuh dengan kejahatan. Maka siapa saja yang melihat peristiwa tersebut di antara kalian, datanglah kepada mereka, meskipun harus merangkak di atas salju.” [HR. Ibnu Majah]

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “يخرج من خراسانَ راياتُ سود فلا يردها شيء حتَّى تُنْصبُ بإيلياء.” روه الترمذي

                Dari Abu Hurayrah, ia berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : “Akan muncul dari Khurasan bendera-bendera hitam, dimana tidak ada satupun yang dapat mengusirnya hingga ia tertancap di Iliya.

عن ثوبان قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “يُقْتَلُ عند كنْزِكمِ ثلاثةُ كلَّهُم ابن خليفةٍ لا يصير إلى واحد منهم ثم تَطْلُعُ الراياتُ السود من قِبَل المشرق فيقاتلونكم قتالاً لم يقاتله قوم، ثم ذكر شيئاً لا أحفظه قال فإذا رأيتموه فبايعوه ولو حبواً على الثلج فإنه خليفة الله المهدي.” روه ابن ماجه

                Dari Tsauban, ia berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : “Akan berperang di harta karun kalian tiga orang yang semuanya adalah putera khalifah. Kemudian ia tidak menjadi milik salah satu di antara mereka, lalu muncul bendera-bendera hitam dari arah Timur. Maka mereka memerangi kalian dengan peperangan yang belum pernah ada sebelumnya.” Kemudian beliau menyebutkan sesuatu yang tidak aku hapal persisnya, tapi kurang lebih seperti ini, “Apabila kalian melihatnya, maka bai’atlah ia, meskipun kalian harus merangkak di atas salju. Karena ia adalah Khalifah Allah Al Mahdi.” [HR. Ibnu Majah]

عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “يكون اختلافٌ عند موت خليفة فيخرجُ رجل من أهل المدينة هارباً إلى مكَّة فيأتيه ناس من أهل مكة فيخرجونه وهو كاره فيبايعونه بين الركن والمقام ويبعث إليه بَعْثٌ من الشام فَتُخْسَفُ بهم البيداءُ بين مكة والمدينةِ “. روه أبو داود

                Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahwa Nabi bersabda : “Akan terjadi perselisihan pada kematian seorang khalifah, hingga keluarlah seorang dari penduduk Madinah melarikan diri ke Makkah. Kemudian orang-orang dari penduduk Makkah mendatangi dan mengeluarkannya dari kota itu, sedangkan ia tidak menyukai hal tersebut. Maka mereka membai’atnya di antara Rukun dan Maqam. Lalu dikirimlah utusan dari Syam, serta mereka dihancurkan di Baida’, antara Makkah dan Madinah.” [HR. Abu dawud]

Tidak ada keterangan yang qath’i mengenai kapan pastinya Al Imam Al Mahdi ini muncul dan menampakkan dirinya. Namun, dari hadits-hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa masa dimana Al Imam Al Mahdi muncul merupakan masa-masa kegelapan bagi ummat Islam. Masa puncaknya fitnah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Fitnah Akhir Zaman, dimana pada fitnah terakhir (Duhaima’) ummat benar-benar dalam kondisi kritis, kejahatan dan kedzhaliman merajalela. Kemaksiatan dan aniaya di mana-mana. Pada saat itulah kemudian Allah mengutus Al Imam Al Mahdi untuk menyelamatkan kaum muslimin dan memberikan kejayaan bagi mereka. Al Imam Al Mahdi akan berperang bersama pasukan berbendera hitam yang datang dari arah timur (Khurasan). Beliau akan berperang dan tidak akan kalah. Dari mulai jazirah arab untuk merebut kekuasaan dari anak raja yang bertikai, lalu kemudian ke Syam untuk membunuh orang-orang Yahudi dan memporakporandakan kekuatan Israel, menaklukan Persia (Negara Syi’ah Iran), dan Romawi (Eropa dan Amerika). Beliau akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kebenaran.

Wallahu a’lam

Fitnah Akhir Zaman

FITNAH AHLAS, SARRA’, DAN DUHAIMA’

 

عَنْ عُمَيْرِ بْنِ هَانِئٍ الْعَنْسِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ، يَقُولُ : كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ، فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الْأَحْلَاسِ ، فَقَالَ قَائِلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا فِتْنَةُ الْأَحْلَاسِ ؟ قَالَ : ” هِيَ هَرَبٌ وَحَرْبٌ ، ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ ، دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي ، وَلَيْسَ مِنِّي ، وَإِنَّمَا أَوْلِيَائِي الْمُتَّقُونَ ، ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كَوَرِكٍ عَلَى ضِلَعٍ ، ثُمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْمَاءِ ، لَا تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا لَطَمَتْهُ لَطْمَةً ، فَإِذَا قِيلَ : انْقَضَتْ ، تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا ، وَيُمْسِي كَافِرًا ، حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ ، فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لَا نِفَاقَ فِيهِ ، وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لَا إِيمَانَ فِيهِ ، فَإِذَا كَانَ ذَاكُمْ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ ، مِنْ يَوْمِهِ ، أَوْ مِنْ غَدِهِ ” أبو داود

Dari ‘Umair bin Hani Al ‘Ansiy. Ia berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Pada suatu hari kami sedang duduk bersama Rasulullah –shallallahu ‘alayhi wa sallam-. Beliau memberikan peringatan tentang fitnah-fitnah (ujian di akhir zaman) yang banyak bermunculan, sampai beliau menyebutkan Fitnah Ahlas, seseorang bertanya : “Wahai Rasulallah, apa yang dimaksud fitnah ahlas? Beliau menjawab : “Yaitu fitnah pelarian dan peperangan. Kemudian  Fitnah Sarra’, kotoran atau asapnya berasal dari bawah kaki seseorang dari Ahlubaitku, ia mengaku bagian dariku, padahal bukan dariku, karena sesungguhnya waliku hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian manusia bersepakat pada seseorang seperti bertemunya pinggul di tulang rusuk, kemudian Fitnah Duhaima’ yang tidak membiarkan ada seseorang dari umat ini kecuali dihantamnya. Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut, di dalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari men­jadi kafir, sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya. [HR. Abu Dawud]

 

Fitnah Akhir Zaman

FITNAH AHLAS

Kata Ahlas merupakan bentuk plural dari kata “hilsun ” atau “halasun”, yaitu alas pelana atau kain di punggung unta yang berada di bawah pelana. Fitnah ini diserupakan dengan alas pelana karena ada persamaan dari sisi terus menerus menempel / terjadi.

Tentang realita fitnah Ahlas ini, sebagian ada yang berpendapat bahwa ia sudah terjadi semenjak zaman para sahabat, dimana Al Faruq ‘Umar bin Al Khaththab adalah merupakan dinding pembatas antara kaum Muslim­in dengan fitnah ini, sebagaimana yang diterangkan Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ketika beliau berkata kepada ‘Umar: “Sesungguhnya antara kamu dan fitnah itu terdapat pintu yang akan hancur.”[HR. Bukhari dan Muslim]

Dan sabda Rasul Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ini memang menjadi kenyataan dimana ketika ‘Umar baru saja meninggal dunia, hancurlah pintu tersebut dan terbukalah fitnah ini terhadap kaum Muslimin dan ia tidak pernah berhenti sampai sekarang.

FITNAH SARRA’

Adapun Fitnah Sarra’, Imam Ali Al Qaari menyatakan ; yang di maksud dengan fitnah ini adalah nikmat yang menyenangkan manusia, berupa kesehatan, kekayaan, selamat dari musibah dan bencana. Fitnah ini di sambungkan dengan Sarra’ karena terjadinya di sebabkan oleh kemaksiatan, karena kehidupan yang bermewah mewah yang hal tersebut menyenangkan musuh dalam artian umat Islam jadi terlena dengan kehidupan tersebut sehingga apabila agamanya di hina tidak ada sedikitpun terdetik di hatinya untuk membelanya (jika dirinya, keluarganya di hina, golongannya atau benderanya di hina ia akan cepat naik darah. Akan tetapi jika pada gilirannya Allah dan RasulNya di hina, Islam dihina dan dilecehkan, banyak darah kaum muslimin yang tertumpah sia sia ia diam seribu bahasa, sedikitpun tidak ada pembelaan sampai do’apun tidak). Demikian Imam Ali Al Qaari menjelas fitnah tersebut.

Di antara realita fitnah Sarra’ adalah : merebaknya kejahatan, pembunuhan, perzinaan, khamr, dan musik. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam :

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ، يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ- لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا، فَيُبَيِّتُهُمُ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِيْـنَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina sutra, khamr (minuman keras) dan alat musik, dan sungguh akan menetap beberapa kaum di sisi gunung, di mana (para pengembala) akan datang kepada mereka dengan membawa gembalaannya, datang kepada mereka -yakni si fakir- untuk sebuah keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, menghancurkan gunung dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat.” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Asyrubah, bab Ma Jaa-a fiiman Yastahillul Khamra wa Yusammihi bighairi Ismihi (X/51, Al Fath]

Ibnu Hazm rahimahullah menyebutkan bahwa hadits ini Munqathi, tidak bersambung (sanadnya) antara al-Bukhari dan Shadaqah bin Khalid. Namun Al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah membantahnya dengan beberapa rincian. Wallahu a’lam

Juga sabda Rasul:

عَنْ ‏ ‏أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏ ‏قَالَ ‏: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏: ‏إِنَّ ‏ ‏مِنْ ‏ ‏أَشْرَاطِ السَّاعَةِ ‏ ‏أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا . رواه البخاري ومسلم.

Daripada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu katanya; Sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam: “Sesungguhnya antara tanda-tanda kiamat itu ialah; diangkat ilmu (agama), tersebar kejahilan (terhadap agama), arak diminum (secara berleluasa), dan zahirnya zina (secara terang-terangan)”. [Riwayat Al Bukhari no. 78 dan Muslim no. 4824]

Terjadinya fitnah sarra’ ini diawali oleh seorang yang secara nasab bersambung kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam (Ahlul Bait). Namun perilakunya yang menyebabkan bencana ini menjadikannya tidak bisa dianggap bagian darinya.

Beliau juga mengatakan bahwa boleh jadi yang dimaksud “yaz’umu annahu minni” adalah mengklaim bahwa apa yang dikerjakan adalah datang dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, meskipun jika dilihat dzahir nash-nya adalah benar-benar mengaku secara nasab.


FITNAH DUHAIMA’

Jika untuk kedua fitnah di atas Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam hanya menjelaskan secara singkat, maka untuk Fitnah Duhaima beliau saw memberikan penjelasan yang lebih rinci. Ada beberapa ciri khusus dari fitnah ini yang tidak dimiliki oleh fitnah sebelumnya.

  1. Fitnah ini akan menghantam semua umat islam (lebih khusus lagi pada bangsa Arab). Tidak seorangpun dari warga muslim yang akan terbebas dari fitnah ini. Beliau menggunakan lafadz “lathama” yang bermakna menghantam, atau memukul bagian wajah dengan telapak tangan (menempeleng/menampar). Kalimat ini merupakan gambaran sebuah fitnah yang sangat keras dan ganas.
  2. Fitnah ini akan terus memanjang, dan tidak diketahui oleh manusia kapan ia akan berakhir. Bahkan ketika manusia ada yang berkata bahwa fitnah itu sudah berhenti, yang terjadi justru sebaliknya; ia akan terus memanjang dan sulit diprediksi kapan berhentinya. Inilah maksud ucapan beliau : Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut.
  3. Efek dahsyat yang ditimbulkan oleh fitnah ini, yaitu munculnya sekelompok manusia yang di waktu pagi masih memiliki iman, namun di sore hari telah menjadi kafir. Ini merupakan sebuah gambaran tentang kerasnya fitnah tersebut.
  4. Terbelahnya manusia (muslim) dalam dua kelompok/kemah besar. Satu kelompok berada di kemah keimanan dan kelompok lainnya berada di kemah kemunafiqan.

Untuk lebih jelasnya, mudah-mudahan uraian di bahwa ini bisa menyingkap misteri yang masih menyelimuti fitnah ini.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menggambarkan bahwa fitnah ini bersifat menghantam seluruh umat ini (hadzihi ummah). Umat yang dimaksudkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam hadits tersebut sudah pasti bermakna umat Islam. Namun, apakah ia khusus untuk bangsa Arab (dimana yang diajak bicara oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat itu adalah para sahabat yang merupakan orang Arab) ataukah berlaku umum untuk seluruh manusia?  Jika melihat keumuman lafadz, maka kedua makna tersebut adalah benar adanya. Fitnah tersebut bisa menimpa kepada setiap muslim baik Arab maupun ‘ajam, sebab dalam nash tentang hadits fitnah Duhaima’ Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak menyebut lafadz khusus Bangsa Arab. Lalu, fitnah seperti apa yang pernah menimpa seluruh umat Islam dan terkhusus umat Islam dari bangsa Arab?

1.    Fitnah Ghazwul Fikri (perang ideologi)

Pengaruh asing, dari mulai filsafat Yunani, sekularisme, liberalisme, atau demokrasi, merajalela di seluruh belahan bumi Arab secara khusus, dan umat Islam secara umum. Bahkan hingga kini, berbagai macam isme ini telah menggantikan syari’at Islam dalam setiap lini kehidupan, sehingga tidak ada satupun yang sanggup keluar darinya. Ini merupakan ciri khas fitnah Duhaima’ sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah. Begitupun bahwa fitnah ini dapat menyebabkan murtadnya seseorang dari diinil Islam karena berpalingnya mereka dari ajaran yang haqiqi serta terjadi dalam waktu yang sangat panjang yang tidak bisa ditentukan kapan berakhirnya.

2.   Fitnah “Terorisme”

Kita lihat fakta di lapangan hari ini, bahwa Fitnah Terorisme memiliki beberapa kesamaan sifat dan ciri dengan fitnah duhaima’. Fitnah Terorisme juga memakan waktu yang sangat panjang. Dulu orang memperkirakan hanya akan memakan waktu sekitar 6 tahun saja, akan tetapi hingga saat ini juga masih berlangsung .

Ciri fitnah duhaima’ selanjutnya, menjadikan manusia mudah murtad. Demikian pula fitnah terorisme hari ini yang dengan mudahnya orang melakukan kemutadan. Sedangkan kemutadan yang paling mencolok dari fitnah terorisme hari ini adalah loyalitas kepada orang orang kafir serta tolong menolong dengan mereka dalam memerangi umat Islam. Sehingga Umat Islam terpecah menjadi dua kubu ; Kubu mukmin dan kubu munafiq. Yang mungkin kubu munafiq ini adalah setiap orang yang mengaku muslim tetapi tunduk dan suka rela bekerja sama dengan orang kafir (baik itu di lakukan dengan lisannya saja maupun dengan seluruh potensi yang di miliki dia kerahkan).

Wallahu a’lam bish shawab