Keutamaan Ilmu Akhirat atas Ilmu Dunia

๐Ÿ•‹ KEUTAMAAN ILMU AKHIRAT ATAS ILMU DUNIA ๐Ÿ•‹

Disusun oleh: Abu Ezra Al-Fadhli

#ilmu #hadits

โœ…Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan dishahihkan Ibnu Hibban:

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุŒ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… :  ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุจุบุถ ูƒู„ ุฌุนุธุฑูŠ ุฌูˆุงุธ ุณุฎุงุจ ุจุงู„ุฃุณูˆุงู‚ ุŒ ุฌูŠูุฉ ุจุงู„ู„ูŠู„ ุŒ ุญู…ุงุฑ ุจุงู„ู†ู‡ุงุฑ ุŒ ุนุงู„ู… ุจุฃู…ุฑ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุŒ ุฌุงู‡ู„ ุจุฃู…ุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu , Rasuulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda : ” Allah membenci setiap orang yang kasar/ sombong, banyak makan, suka berteriak-teriak di pasar, tertidur pulas sepanjang malam seperti bangkai dan di siang hari seperti keledai, ‘alim (pandai) dalam urusan dunia tetapi jahil (bodoh) dalam urusan akhirat. ”

๐Ÿ“ŒDi antara beberapa faidah yang bisa dipetik hikmahnya dari riwayat di atas adalah:

1โƒฃ Menjauhi sifat-sifat buruk yang disebutkan dalam hadits tersebut, yakni:

โœ… kasar/ sombong, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji dzarrah kesombongan. Sedangkan makna kesombongan adalah: merendahkan manusia dan menolak kebenaran.
โœ… banyak (berlebihan) makan dan minum, karena berlebihan dalam makna dan minum adalah perbuatan setan. Adapun ciri khas orang-orang beriman adalah mereka makan hanya pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.
โœ… suka bertertiak di pasar. Karena karakter orang-orang beriman adalah senantiasa mengeluarkan kata-kata yang baik lagi lemah lembut, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam.
โœ… tertidur pulas sepanjang malam seperti bangkai, yakni membiarkan malamnya berlalu begitu saja, tanpa dzikir, wudhu, dan shalat. Orang yang membiarkan malamnya berlalu begitu saja tanpa ada upaya menghidupkannya dengan ibadah diibaratkan dengan bangkai.
โœ… seperti keledai di siang hari. Yakni sibuk dalam urusan dunia, namun melupakan urusan akhirat. Orang-orang yang hanya menyibukkan hari-hari mereka untuk dunia dan kepentingan syahawat semata tak ubahnya dengan binatang, karena tidak pernah berpikir tentang kehidupan yang abadi di akhirat.
โœ… alim dalam urusan dunia tapi jahil dalam urusan akhirat. Saat ditanya tentang permasalahan duniawi, maka ia bisa membicarakan, menjelaskan, dan mempraktikannya, namun saat berhubungan dengan permasalahan akhirat dan ibadah, maka ia diam membisu dan tidak memahaminya.

2โƒฃ Keutamaan ilmu akhirat atas ilmu dunia. Dalam sabdanya, Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam menegaskan bahwa orang-orang yang lebih menekuni ilmu dunia namun jahil atas ilmu akhirat, maka ancamannya adalah kemurkaan Allaah Azza wa Jalla. Dalil-dalil lain yang mendukung hal ini banyak sekali di antaranya adalah:

โœ… Sabda Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…

Menuntut al-ilmu itu fardhu atas setiap muslim (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Majah)

โœ… Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata tentang ilmu yang wajib dalam riwayat di atas:

ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุนู„ู…: ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ุงู„ุฐูŠ ูŠูููŠุฏ ู…ุนุฑูุฉ ู…ุงูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูƒู„ู‘ูŽู ู…ู† ุฃู…ุฑ ุฏูŠู†ู‡ ููŠ ุนุจุงุฏุงุชู‡ ูˆู…ุนุงู…ู„ุงุชู‡ุŒ ูˆุงู„ุนู„ู… ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุตูุงุชู‡ ูˆู…ุงูŠุฌุจ ู…ู† ุงู„ู‚ูŠุงู… ุจุฃู…ุฑู‡ ูˆุชู†ุฒูŠู‡ู‡ ุนู† ุงู„ู†ู‚ุงุฆุต. ูˆู…ุฏุงุฑ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ุชูุณูŠุฑ ูˆุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุงู„ูู‚ู‡

Dan yang dimaksud dengan al โ€˜ilmu adalah ilmu syarโ€™i yang bermanfaat untuk mengetahui apa-apa yang diwajibkan atas mukallaf dari urusan diin-nya; dalam ibadah-ibadahnya atau muamalah-muamalahnya. Serta ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya; apa kewajiban kita terhadap-Nya dan cara mensucikan-Nya dari berbagai macam kekurangan. Dan semua itu beredar pada tafsir, hadits, dan fiqih. [Fathul Baari, Juz I, hal. 141]

โœ… Al-Imam An-Nawawi berkata tentang ilmu yang fardhu ‘ain:

ูุฑุถ ุงู„ุนูŠู† ู€ู€ ุฃูŠ ู…ู† ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ู€ู€ ูˆู‡ูˆ ุชุนู„ู‘ู… ุงู„ู…ูƒู„ู‘ู ู…ุงู„ุง ูŠุชุฃุฏูŠ ุงู„ูˆุงุฌุจ ุงู„ุฐูŠ ุชุนูŠู‘ูŽู† ุนู„ูŠู‡ ูุนู„ู‡ ุฅู„ุง ุจู‡

Hukumnya fardhu ‘ain -yakni ilmu syar’i- yakni kewajiban seorang mukallaf (muslim baaligh-‘aaqil) untuk menuntut semua ilmu yang tidak akan terlaksana kewajiban-kewajiban agama kecuali dengan memahami ilmu ini [Al-Majmu’ I/24]

โœ… Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah mensifati ilmu yang fardhu ain:

ุทู„ุจู ูƒู„ ูˆุงุญุฏู ุนูู„ู… ู…ุงุฃู…ุฑู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ูˆู…ุง ู†ู‡ุงู‡ ุนู†ู‡ุŒ ูุฅู† ู‡ุฐุง ูุฑุถ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุนูŠุงู†
Yakni wajib bagi setiap individu untuk menuntut ilmu tentang apa-apa yang Allaah perintahkan atasnya dan tentang apa-apa yang Allaah larang darinya. Maka semua ini hukumnya fardhu ‘ain. [Majmu’ Fatawa 28/80]

โœ… Semua penjelasan di atas menegaskan kepada kita bahwasanya ilmu akhirat jauh lebih utama dibandingkan ilmu duniawi karena hukumnya fardhu ‘ain, dan sebagian (rinciannya) fardhu kifayah. Adapun ilmu duniawi, maka tidak ada yang diwajibkan kepada semua manusia, kecuali fardhu ‘ain khusus kepada sebagian manusia, fardhu kifayah pada sebagiannya, dan sunnah pada sebagian yang lain, yang akan dirinci pada pembahasan selanjutnya, in Syaa Allaah.

#ilmu #hadits #riwayat #atsar

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Channel Telegram @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
FB: /bekalakhiratchannel
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Kemuliaan Menuntut Ilmu

Diambil dari kitab Tanbihul Ghafiliin karangan Abul Laits As Samarqandi :

ุชู†ุจูŠู‡ ุงู„ุบุงูู„ูŠู†  ุฃุจูˆ ุงู„ู„ูŠุซ ุงู„ุณู…ุฑู‚ู†ุฏูŠ.
ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู…ูŽู†ู ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ูุŒ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽุณูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ููŽุธูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ุณูŽุจู’ุนู ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุงุชู

Dikatakan bahwa seseorang yang telah sampai kepada orang yang alim dan duduk bersamanya tetapi dia tidak mampu menghafalakan ilmu, maka orang tersebut mendapatkan tujuh kemuliaan :

ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ูŽุง: ูŠูŽู†ูŽุงู„ู ููŽุถู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ููŠู†ูŽ.

1. mendapatkan keutamaan orang-orang yang belajar.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ: ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุญู’ุจููˆุณู‹ุง ุนูŽู†ู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃู.

2. selama masih duduk bersama orang alim maka dia tercegah dari melakukan dosa dan kesalahan.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู: ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูู‡ู ุชูŽู†ู’ุฒูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู

3. ketika keluar dari rumahnya maka rahmat turun kepadanya.

ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนู: ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูุŒ ููŽุชูŽู†ู’ุฒูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูุŒ ููŽุชูุตููŠุจูู‡ู ุจูุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ูู…ู’.

4. ketika dia duduk disamping orang alim kemudian rahmat turun kepada mereka maka dia pun mendapatkan rahmat sebab berkah mereka.

ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู: ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽู…ูุนู‹ุง ุชููƒู’ุชูŽุจู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู.

5. selama masih mendengarkan maka ditulis kebaikan baginya.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู: ุชูŽุญููู‘ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุจูุฃูŽุฌู’ู†ูุญูŽุชูู‡ูŽุง ุฑูุถู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠู‡ูู…ู’.

6. mereka dikepung malaikat dengan sayap-sayapnya dan orang tersebut juga bersama mereka.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนู: ูƒูู„ู‘ู ู‚ูŽุฏูŽู…ู ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุถูŽุนูู‡ู ูŠูŽูƒููˆู†ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูุŒ ูˆูŽุฑูŽูู’ุนู‹ุง ู„ูู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู

7. setiap langkah kakinya yang diangkat dan diletakkan maka menjadi penghapus bagi dosa-dosa, pengangkat derajat dan tambahan kebaikan baginya.

ุซูู…ู‘ูŽ ูŠููƒู’ุฑูู…ูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุจูุณูุชู‘ู ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุงุชู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰:  ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ูŽุง: ูŠููƒู’ุฑูู…ูู‡ู ุจูุญูุจู‘ู ุดูู‡ููˆุฏู ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู

Kemudian Allah memuliakannya lagi dengan enam kemuliaan yang lainnya:

1. Allah memuliakannya dengan cintanya melihat majlisnya ulama’

ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ: ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุฏููŠ ุจูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ.

2. setiap orang yg mengikuti mereka (ulama’) maka baginya pahala sebagaimana pahala mereka tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ู„ูŽูˆู’ ุบูŽููŽุฑูŽ ู„ููˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุดู’ููŽุนู ู„ูŽู‡ู.

3. jika salah seorang diantara mereka diampuni maka bisa memberikan syafaat kepadanya.

ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนู: ูŠูุจูŽุฑู‘ูุฏู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ู’ููุณู‘ูŽุงู‚ู.

4. hatinya menjadi dingin dari majlisnya orang-orang fasik.

ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู: ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ูููŠ ุทูŽุฑููŠู‚ู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ.

5. masuk kedalam jalannya para pelajar dan orang-orang sholih.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู: ูŠูู‚ููŠู…ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

6. menegakkan perintah Allah ta’ala.

ู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ููŽุธู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุญู’ููŽุธู ููŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุถู’ุนูŽุงููŒ ู…ูุถูŽุงุนูŽููŽุฉูŒ

” Ini semua adalah bagi orang yang tidak menghafal ilmu sedikitpun, adapun bagi orang yang menghafal ilmu maka baginya kemuliaan yang berlipat ganda”.

#hikmah #ilmu #nasihat #ulama

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Telegram Channel @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Imam Syafi’i dan Putri Imam Ahmad bin Hanbal

image

Simaklah kisah berikut:

ุฒุงุฑ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„ ุฐุงุช ูŠูˆู… ููŠ ุฏุงุฑู‡ ุŒ ูˆูƒุงู†ุช ู„ู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุงุจู†ุฉ ุตุงู„ุญุฉ ุชู‚ูˆู… ุงู„ู„ูŠู„ ูˆุชุตูˆู… ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ูˆุชุญุจ ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ูˆุงู„ุฃุฎูŠุงุฑ ุŒ ูˆุชูˆุฏ ุฃู† ุชุฑู‰ ุงู„ุดุงูุนูŠ ู„ุชุนุธูŠู… ุฃุจูŠู‡ุง ู„ู‡ ุŒ ูู„ู…ุง ุฒุงุฑู‡ู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ูุฑุญุช ุงู„ุจู†ุช ุจุฐู„ูƒ ุŒ ุทู…ุนุงู‹ ุฃู† ุชุฑู‰ ุฃูุนุงู„ู‡ ูˆุชุณู…ุน ู…ู‚ุงู„ู‡ .

Suatu hari Imam Syafi’i Rahimahullah berkunjung kerumah Imam Ahmad bin Hanbal.

Imam Ahmad mempunyai seorang putri yang shalihah, bila malam beribadah, siang berpuasa, serta menyukai kisah orang-orang shalih dan pilihan.

Putri beliau ini ingin sekali melihat lmam Syafi’i secara langsung sebab sang Ayah sangat menghormatinya.
Ketika Imam Syafi’i berkunjung kerumah mereka, sang putri merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang di kerjakan imam Syafi’i serta mendengar ucapan-ucapannya.

ูˆุจุนุฏู…ุง ุชู†ุงูˆู„ ุทุนุงู… ุงู„ุนุดุงุก ู‚ุงู… ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุชู‡ ูˆุฐูƒุฑู‡ ุŒ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ู…ุณุชู„ู‚ู ุนู„ู‰ ุธู‡ุฑู‡ ุŒ ูˆุงู„ุจู†ุช ุชุฑู‚ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูุฌุฑ ุŒ ูˆููŠ ุงู„ุตุจุงุญ ู‚ุงู„ุช ุจู†ุช ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุฃุจูŠู‡ุง :
ูŠุง ุฃุจุชุงู‡ … ุฃู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุงู„ุฐูŠ ูƒู†ุช ุชุญุฏุซู†ูŠ ุนู†ู‡ ุŸ
ู‚ุงู„ : ู†ุนู… ูŠุง ุงุจู†ุชูŠ .

Setelah selesai makan malam bersama, Imam Ahmad menuju tempat shalat untuk melakukan shalat dan dzikir, Imam Syafi’i tiduran terlentang, sedangkan sang putri selalu mengawasi Imam Syafi’i sampai fajar.

Di pagi hari, sang putri berkata kepada ayahnya :

“Wahai ayahku… Apakah benar dia ini Imam Syafi’i yang engkau ceritakan padaku dulu ?”

Imam Ahmad : “Benar anakku…”

ูู‚ุงู„ุช : ุณู…ุนุชูƒ ุชุนุธู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆู…ุง ุฑุฃูŠุช ู„ู‡ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ .. ู„ุง ุตู„ุงุฉ ูˆู„ุง ุฐูƒุฑุงู ูˆู„ุง ูˆุฑุฏุงู‹ุŸ
ูˆู‚ุฏ ู„ุง ุญุธุช ุนู„ูŠู‡ ุซู„ุงุซุฉ ุฃู…ูˆุฑ ุนุฌูŠุจุฉ ุŒ ู‚ุงู„ : ูˆู…ุง ู‡ูŠ ูŠุง ุจู†ูŠุฉ ุŸ
ู‚ุงู„ุช : ุฃู†ู‡ ุนู†ุฏู…ุง ู‚ุฏู…ู†ุง ู„ู‡ ุงู„ุทุนุงู… ุฃูƒู„ ูƒุซูŠุฑุงู‹ ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ู…ุง ุณู…ุนุชู‡ ุนู†ู‡ ุŒ ูˆุนู†ุฏู…ุง ุฏุฎู„ ุงู„ุบุฑูุฉ ู„ู… ูŠู‚ู… ู„ูŠุตู„ูŠ ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŠู„ ุŒ ูˆุนู†ุฏู…ุง ุตู„ู‰ ุจู†ุง ุงู„ูุฌุฑ ุตู„ู‰ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃู† ูŠุชูˆุถุฃ .

Putri : “Aku mendengar bahwa engkau menghormati Imam Syafi’i, tapi apa yang aku lihat tadi malam dia… Tidak shalat, tidak dzikir tidak pula wirid ?
dan aku juga melihat ada 3 hal yang aneh.”

Imam Ahmad : “Apa saja 3 hal itu, wahai anakku ?”

Putri : “Ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi’i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yang kudengar; ketika masuk kamar, dia tidak beribadah shalat malam; dan ketika shalat subuh bersama kita, dia shalat tanpa wudhu.”

ูู„ู…ุง ุทู„ุน ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ูˆุฌู„ุณุง ู„ู„ุญุฏูŠุซ ุฐูƒุฑ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุถูŠูู‡ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ู…ุง ู„ุงุญุธุชู‡ ุงุจู†ุชู‡ ุŒ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ูŠุง ุฃุจุง ู…ุญู…ุฏ ู„ู‚ุฏ ุฃูƒู„ุช ูƒุซูŠุฑุงู‹ ู„ุฃู†ู†ูŠ ุฃุนู„ู… ุฃู† ุทุนุงู…ูƒ ู…ู† ุญู„ุงู„ ุŒ ูˆุฃู†ูƒ ูƒุฑูŠู… ูˆุทุนุงู… ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฏูˆุงุก ุŒ ูˆุทุนุงู… ุงู„ุจุฎูŠู„ ุฏุงุก ุŒ ูˆู…ุง ุฃูƒู„ุช ู„ุฃุดุจุน ูˆุฅู†ู…ุง ู„ุฃุชุฏุงูˆู‰ ุจุทุนุงู…ูƒ ุŒ ูˆุฃู…ุง ุฃู†ู†ูŠ ู„ู… ุฃู‚ู… ุงู„ู„ูŠู„ ูู„ุฃู†ู†ูŠ ุนู†ุฏู…ุง ูˆุถุนุช ุฑุฃุณูŠ ู„ุฃู†ุงู… ู†ุธุฑุช ูƒุฃู† ุฃู…ุงู…ูŠ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ููุชุญ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‘ ุจุงุซู†ุชูŠู† ูˆุณุจุนูŠู† ู…ุณุฃู„ุฉ ู…ู† ุนู„ูˆู… ุงู„ูู‚ู‡ ุฑุชุจุชู‡ุง ููŠ ู…ู†ุงูุน ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุŒ ูุญุงู„ ุงู„ุชููƒูŠุฑ ุจู‡ุง ุจูŠู†ูŠ ูˆุจูŠู† ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŠู„ ุŒ

Ketika agak siang dan mereka berbincang-bincang, Imam Ahmad berkata kepada Imam Syafi’i tentang apa yang dilihat oleh putrinya, lalu Imam Syafi’i Rahimahullah berkata :
“Wahai Aba Muhammad, aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia sedangkan makan orang mulia adalah obat, kalau makanan orang bakhil adalah penyakit. Jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.

Adapun semalam aku tidak sholat malam, hal itu dikarenakan ketika aku melatakkan kepalaku untuk tidur. Aku melihat seolah olah Al-Qur’an dan hadits berada di depanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang kususun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan shalat malam.

ูˆุฃู…ุง ุฃู†ู†ูŠ ุตู„ูŠุช ุจูƒู… ุงู„ูุฌุฑ ุจุบูŠุฑ ูˆุถูˆุก ุŒ ููˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ู†ุงู…ุช ุนูŠู†ูŠ ุญุชู‰ ุฃุฌุฏุฏ ุงู„ูˆุถูˆุก . ู„ู‚ุฏ ุจู‚ูŠุช ุทูˆุงู„ ุงู„ู„ูŠู„ ูŠู‚ุธุงู†ุงู‹ ุŒ ูุตู„ูŠุช ุจูƒู… ุงู„ูุฌุฑ ุจูˆุถูˆุก ุงู„ุนุดุงุก . ุซู… ูˆุฏู‘ุนู‡ ูˆู…ุถู‰ .
ูู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุงุจู†ุชู‡ : ู‡ุฐุง ุงู„ุฐูŠ ุนู…ู„ู‡ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ูˆู‡ูˆ ู†ุงุฆู… ( ุฃูŠ ู…ุณุชู„ู‚ู ) ุฃูุถู„ ู…ู…ุง ุนู…ู„ุชู‡ ูˆุฃู†ุง ู‚ุงุฆู… .

Adapun ketika shalat subuh bersama kalian aku tidak wudhu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudhu.

Semalam suntuk aku terjaga, jadi aku shalat subuh bersama kalian dengan wudhu sholat ‘Isya.”

Kemudian Imam Syafi’i berpamitan dan pulang.

Imam Ahmad berkata kepada putrinya :

“Yang dikerjakan oleh oleh Imam
Syafi’i semalam dalam keadaan tiduran, lebih utama daripada apa yang kukerjakan sambil shalat malam.”

Sumber : Kitab Zaadul Murabbiyyin

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Telegram Channel @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ