Ajaran Jesus (Tawhid) versus Ajaran Paulus (Kristen)

Ajaran Yesus merupakan kelanjutan dari ajaran Musa (monotheis), yaitu meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Ilaah (tertulis dalam Injil “Elohiim”) dan Jesus hanyalah rasulullah (Yohanes 17:3). Namun, setelah kepergian Jesus (beberapa riwayat menyebutkan bahwa Jesus kemudian hanya menjadi nabi saja), Saulus dari Tarsus (Paulus) melakukan berbagai penyimpangan dalam agama Nashrani dan memunculkan agama baru, Kristen. Berikut sedikit di antara daftar penyesatan yang dilakukan oleh Paulus.

i. Yesus adalah Tuhan

1 Korintus 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Menurut ayat karangan Paulus di atas, Jesus adalah Tuhan. Padahal, Jesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Jesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel.

Ulangan 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.

Matius 15:24 Jawab Jesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Markus 12:29 Jawab Jesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus.

ii. Sunat tidak penting

Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

1 Korintus 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum-hukum Allah. Hukum-hukum Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki-laki. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Jesus pun disunat (Lukas 2:21). Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

iii. Salib menebus dosa

Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Jesus disalib adalah untuk menebus dosa-dosa manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Jesus berikut ini: Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

Markus 10:14 Ketika Jesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga Matius 19: 14).

Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing-masing. Bahkan menurut Jesus sendiri, anak-anak adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak-anak yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang tidak berdasar !

iv. Segala sesuatu halal

1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk-mabukan di negara Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (Imamat 20: 1-27 dan Ulangan 22: 13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (Imamat 10: 9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (Imamat 11: 1-47 dan Ulangan 14: 3-21); Tuhan mengharamkan darah (Imamat 17: 12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (Imamat 15: 1-34); Laki-laki yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (Imamat 15: 16-18); Tuhan mengharamkan riba (Ulangan 23: 19-20); Jesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (Matius 5: 30; 18: 8 dan Markus 9: 43,45); Jesus memerintahkan cungkil mata bagi laki-laki yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (Matius 5: 29; 18: 9 dan Markus 9: 47); Jesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (Yohanes 8: 7); dan lain-lain.

Bahkan dalam ceramahnya, Ust. Sanihu Munir dengan data dan fakta berhasil membuktikan bahwa Jesus ternyata seorang muslim dan melakukan poligami !!!

Kesesatan yang dilakukan oleh Paulus masih banyak lagi, misalnya adalah adanya dosa keturunan, surat pengampunan dosa, kerahiban (tidak menikah), Menolak hukum Taurat, menghalalkan babi, membungkus orang mati dengan pakaian yang rapi, dan lainnya, yang semua itu tidak akan kita temukan dalam ajaran Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: