Al Imam Al Mahdi (bag. 2)

KONDISI DUNIA MENJELANG KEDATANGAN AL IMAM AL MAHDI

1.       Pembantaian dan Pembunuhan Massal terhadap Umat Islam

عنْ ثَوْبَانَ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم : (يُوْشِكُ الْأمَم أنْ تَدَاعَى عَلَيْكًمْ كَمَا تَدَاعَى الْأكَلَة إِلَى قَصْعَتِهَا) ، فقال قائل : أمِنْ قِلّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ ؟ قال : (بَلْ أنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ ، وَلَكِن تَكُوْنُ غُثَاءً كَغُثَاءِ السّيْلِ ، يَنْتَزِعُ المَهَابَة من قلوب عدوِّكم و يجعل في قلوبكم الوَهْن) ، فقال قائل : يا رسول الله وما الوهن ؟ قال : (حب الدنيا ، وكراهية الموت) . أخرجه أبو داود في سننه (4297) وأحمد في مسنده (21891)

Dari Tsawban, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : Nyaris tiba saatnya banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang makan yang memperebutkan hidangannya, seseorang berkata : “Apakah karena jumlah kami sedikit pada hari itu?” Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian banyak pada hari itu, akan tetapi ibarat buih di atas air yang mengalir. Sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian dan menimpakan kepada kalian penyakit al wahn, seseorang bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan al wahn?” Rasul bersabda : Cinta dunia dan takut mati. [Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya (4297) dan Ahmad dalam Musnadnya (21891)]

 

2.       Kehancuran Ideologi Kuffar (Mulkan Jabbariyah)

فقد روى الإمام أحمد (17680) عن النعمان بن بشير رضي الله عنه الله، قال: كنا جلوساً في المسجد فجاء أبو ثعلبة الخشني فقال: يا بشير بن سعد أتحفظ حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم في الأمراء، فقال حذيفة: أنا أحفظ خطبته. فجلس أبو ثعلبة.

Telah meriwayatkan Al Imam Ahmad (17680) dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Kami sedang duduk-duduk di dalam masjid, kemudian datang Abu Tsa’labah Al Khusyani dan ia berkata : “Wahai Basyir bin Sa’d, apakah engkau menghafal hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tentang kepemimpinan?” Lalu Hudzayfah berkata : Aku menghafal khutbah beliau.” Kemudian Abu Tsa’labah duduk.

فقال حذيفة: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكًا عاضًا فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكًا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، ثم سكت). هذا الحديث حسن صحيح

Hudzyafah berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam : Masa kenabian akan berlangsung di tengah-tengah kalian sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia telah menghendakinya. Kemudian masa Khilafah ‘alaa minhaaj an Nubuwwah berlangsung sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia telah menghendakinya. Kemudian berlangsung masa Mulkan ‘Adhan sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia telah menghendakinya. Kemudian berlangsung masa Mulkan Jabbariyah sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia telah menghendakinya. Kemudian berlangsung masa Khilafah ‘alaa minhaan an nubuwwah. Kemudian beliau diam.” Hadits ini hasan shahih.

3.       Kehancuran Ekonomi Dunia Pada Masa Tiga Tahun Kekeringan

قال ابْنُ كَثِيْر فِي تَفْسِيْرِهِ (الجزء الأول \ 580-582) : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (وَإنْ قَبْلَ خُرُوْجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٌ يُصِيْبُ النَاسَ فِيْهَا جُوْعٌ شَدِيْدٌ وَيَأْمُرُ اللهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الْأُولَى أنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا ثُمّ يَأْمُرُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرِهَا كُلَّهُ فَلَا تُقْطِرُ قَطْرَةً وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ أنْ تَحْبِسَ نَبَاتِهَا كُلَّهُ فَلَا تُنْبِتُ خَضْرَاءَ فَلَا تَبْقَى ذَاتَ ظِلْفٍ إلّا هَلَكَتْ إلّا مَا شَاءَ اللهُ قِيْلَ فَمَا يُعِيْشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ التَّهْلِيْلُ والتَّكْبِيْرُ والتَّسْبِيْحُ والتَّحْمِيْدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ) روه ابن ماجه في سننه (4077)

Ibnu Katsir dalam tafisrnya (juz 1/ 580-582) menuliskan sebuah hadits yang panjang tentang ujian yang akan menimpa umat Islam. Bahwa sebelum munculnya Dajjal, pada tahun pertama sepertiga air hujan ditahan dari langit dan sepertiga tumbuhan ditahan dari bumi. Pada tahun kedua, sepertiga yang kedua dari air hujan ditahan dari langit dan tumbuhan ditahan dari bumi. Dan pada tahun ketiga air hujan seluruhnya ditahan dari langit dan tumbuhan seluruhnya ditahan dari bumi. Semua manusia akan hancur kecuali yang dikehendaki Allah dan dikaruniai-Nya. Ketika ditanyakan kepada Rasulullah bagaimana manusia bisa makan, Rasulullah menjawab : Tahlil, Takbir, Tasbih, dan Tahmid akan menjadi makanan bagi mereka. [HR Ibnu Majah dalam Sunan-nya no 4077]

4.       Kehancuran Perekonomian Ribawi, Mata Uang Kertas dan Kembalinya Dinar-Dirham

عن المِقْدَم بْنِ مَعْدِي كَرِب سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقول : (لَيَأتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَنْفَعُ فِيْهِ إلّا الدِيْنَار و الدِرْهَم) روه أحمد رقم (16569) سنده ضعيف لوجود أبي بكر بن أبي مريم

Dari Al Miqdam bin Ma’di Karib : Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ’alayhi wa sallam bersabda : Pasti akan benar-benar tiba di tengah-tengah manusia suatu zaman yang tidak akan bermanfaat/ bernilai di dalamnya kecuali dinar dan dirham. [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (16569). Para ahli hadits berpendapat sanadnya dhaif karena terdapat Abu Bakr bin Abi Maryam]


5.       Kembalinya Manusia ke Zaman Kuda dan Unta

Dalam hadits yang panjang yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa kaum muslimin perang berhadap-hadapan dengan bangsa Romawi dengan menggunakan pedang dan unta. Banyak analisis yang menguatkan fenomena ini, di antaranya adalah fenomena Badai Matahari, fenomena segitiga bermuda, dan lain sebagainya.

6.       Pembunuhan dan Peperangan Merajalela demi Mempertahankan Hidup

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :(وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ يَوْمٌ لَا يَدْرِي الْقَاتِلُ فِيمَ قَتَلَ ، وَلَا الْمَقْتُولُ فِيمَ قُتِلَ)، فَقِيلَ : كَيْفَ يَكُونُ ذَلِكَ ؟ قَالَ : (الْهَرْجُ ، الْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ) رواه مسلم (2908)

Dari Abu Hurayrah, bersabda Rasulullah : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Dunia tidak akan berakhir hingga datang kepada manusia suatu hari dimana seseorang tidak mengetahui mengapa ia membunuh atau dibunuh.” Seseorang berkata : Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Rasul menjawab : “Inilah Al Harj. Yang membunuh dan yang dibunuh di neraka.”

7.       Banyak Terjadi Bencana Alam

وعن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ ، وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ ) رواه البخاري (1036) ومسلم (157)

Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Tidak akan terjadi hari kiamat sampai dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu yang semakin singkat, munculnya fitnah dan bencana, banyaknya al harj, yaitu saling membunuh, hingga melimpahruahnya harta di tengah-tengah kalian sampai kebanjiran (harta). [HR. Bukhari dan Muslim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: