Garis Pemisah Antara Iman dan Kufur

Berikut merupakan fatwa yang diberikan oleh Lajnah Da`imah untuk riset ilmu dan fatwa Arab Saudi tentang batas atau garis pemisah antara keimanan dan kekufuran, dan kapan seorang dinyatakan beriman serta kapan seseorang dinyatakan kafir.

Pertanyaan:  Apakah garis pemisah di antara kufur dan islam? Apakah orang yang mengucapkan dua kalimah syahadah kemudian melakukan perbuatan yang bertentangan dengannya masuk dalam golongan kaum muslimin, sekalipun ia tetap shalat dan puasa?
Jawaban: Garis pemisah di antara kufur dan islam adalah: mengucapkan dua kalimah syahadah dengan benar dan ikhlas dan mengamalkan tuntutan keduanya. Maka barangsiapa yang terealisasi hal itu padanya maka dia seorang muslim yang beriman. Adapun orang yang munafik, maka dia tidak jujur dan tidak ikhlas maka dia bukanlah seorang mukmin. Demikian pula orang yang mengucapkan dua kalimah syahadah dan melakukan perbuatan syirik yang bertentangan dengan keduanya, seperti orang yang meminta tolong kepada orang yang sudah meninggal di saat susah atau senang, orang yang lebih mengutamakan hukum-hukum positif (buatan manusia) di atas hukum yang diturunkan Allah , orang yang mengolok-olok al-Qur`an atau yang shahih dari sunnah Rasulullah  maka dia adalah kafir, sekalipun ia mengucapkan dua kalimah syahadah, shalat dan puasa.
Wabillahit taufik, semoga Allah  selalu memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi kita Muhammad , keluarga dan sahabatnya.

Fatawa lajnah da`imah untuk riset ilmu dan fatwa (2/45)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: