Shiyaam dan Kesehatan

Tidak diragukan lagi bahwa shiyaam (berpuasa) memiliki hikmah yang luar biasa bagi kesehatan seseorang yang melaksanakannya. Telah kita bahas bersama di atas bahwa dalam sebuah riawayat Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa perut adalah sumber segala penyakit. Maka, cara yang paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan melakukan tindakan preventif, yaitu mengurangi zat yang masuk ke dalam perut. Allah berfirman, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raaf, 7: 31).

piss

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebagaimana sebuah kaidah fiqih “dar`ul fasad awla min jalbil mashalih” menolak kerusakan lebih baik daripada mengambil manfaat. Artinya, apabila dalam suatu perkara terlihat adanya manfaat atau mashlahah, namun di situ juga ada mafsadah atau kerusakan, maka haruslah menghilangkan mafsadah atau kerusakan, karena kerusakan dapat meluas ke mana-mana, sehingga akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar, walaupun pada akhirnya kita tidak mendapatkan manfaat yang dimaksud.

Di dalam makanan tentu terdapat manfaat yang sungguh luar biasa, sehingga kita butuh makanan untuk menghilangkan lapar, menguatkan otot, serta optimal dalam beribadah. Namun, saat kita makan berlebihan, makanan yang baik pun berbalik menjadi racun yang menyerang tubuh kita. Dalam titik seperti ini, maka tidak makan untuk menghindari racun lebih diutamakan daripada kita tetap makan untuk menghilangkan lapar namun racun ikut masuk ke dalam tubuh kita.

Maka dari itu, Islam mengajarkan ummatnya untuk senantiasa menjaga makanan dengan berpuasa. Bahkan, dalam satu tahun, ada satu bulan penuh yang sengaja disyari’atkan oleh Allah untuk ummat muslim berpuasa penuh. Hal ini jika dilihat dari sudut pandang kesehatan mengandung makna bahwa dalam setahuh memang harus ada satu masa di mana tubuh harus menjaga kembali kinerjanya, menahan dari makanan yang kadang menjadi racun bagi tubuh kita. Dengan berpuasa, organ-organ tubuh kita, khususnya organ pencernaan akan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas kerja. Karena orang yang berpuasa memiliki pola makan yang sangat teratur. Hal ini dapat membantu kinerja dari organ-organ poencernaan untuk bisa melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas kerja. Apalagi, jika kita juga berpuasa pada selain bulan Ramadahn, tentu akan sangat membantu kesehatan tubuh kita.

Selain itu, shiyam merupakan perisai, sebagaimana perisai seorang prajurit ketika berperang. Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari). Sedangkan dari ‘Utsman ibn Abi ‘Ash radhiyallahu ‘anhu
, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Puasa adalah perisai, seperti perisai (yang digunakan) salah satu dari kalian untuk berperang.” (HR. Nasa’i).

Dari Abu Ubaydah radhiyallahu ‘anhu, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Puasa itu adalah perisai selama itu tidak terbakar.” Ad-Darimi menambahkan, “(terbakarnya perisai) Dengan membicarakan kejelekan orang lain (ghibah).” Dari ‘A`isyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Puasa adalah perisai dari api neraka.” Dalam riwayat Ahmad, dari Abu Hurayrah, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Puasa adalah perisai dan benteng dari api neraka.”

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah berkata dalam Ath Thibb An Nabawi bahwa puasa adalah perisai bagi penyakit ruhani, hati, dan badan, serta memberikan manfaat yang tidak terhitung. Puasa juga memberikan peran yang luar biasa dalam menjaga kesehatan, menghancurkan sisa-sisa makanan, dan menjaga diri dari makanan yang membahayakan. Terlebih apabila dilakukan dengan benar.

Tubuh sangat memerlukan puasa untuk beristirahat. Kemudian, puasa juga dapat mengatur stamina tubuh dan anggota-anggota tubuh. Yang terpenting dari itu semua adalah bahwa puasa dapat memberikan kebahagiaan hati cepat atau lambat (di dunia dan akhirat). Ini merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi seseorang. Jadi, puasa memberikan pengaruh positif yang sangat besar bagi kesehatan dan kehidupan seseorang.

Sedangkan Ibn ‘Arabi berkata, “Sesungguhnya puasa itu perisai dari api neraka, karena puasa dapat mengekang syahwat. Dan neraka itu dikelilingi oleh syahwat.” Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian di sebuah Rumah Sakit di Amerika. Sebagaimana yang dikutip oleh Abdullah Hajjaj dalam at-Tadawi bi ash-Shiyam karya Syaikh Mutawalli Sya’rawi, dari majalah al-Ghadad ash-Shama’ wa al-Istiqlab al-Iklinikah, no. 53 tahun 1981, menyatakan bahwa telah dilakukan penelitian terhadap 6 orang yang berusia sekitar 26 hingga 45 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap:

  1. Tahap pertama : pengawasan (controlling), berlangsung selama tiga hari. Pada hari itu mereka makan seperti biasa.
  2. Tahap kedua    : puasa penuh, yaitu mereka puasa selama sepuluh hari, tidak makan dan minum, baik siang ataupun malam, kecuali air putih yang boleh diminum siang dan malam.
  3. Tahap ketiga    : memberikan makan, ini berlangsung selama lima hari.

Kemudian dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetauhi hormon sex pada hari-hari tersebut:

  1. Hari kedua, yaitu ditengah masa pengawasan.
  2. Hari kesebelas, yaitu di tengah masa puasa, bertepatan hari kedelapan puasa.
  3. Hari keenam belas, yaitu hari ketiga masa diberikan makanan.

Pemeriksaan darah kembali dilakukan pada hari ketiga, kedua belas, dan ketujuh belas. Adapun hormon yang diteliti adalah:

  1. Testosterone (hormon sex laki-laki)
  2. Follicle Stimulating Hormone (FSH), yaitu hormon kantong perangsang
  3. Hormon Malutone (LH)

Hormon FSH dan LH merupakan hormon kelenjar kelamin (gomedotrobins). Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Turunnya testosterone dengan frekwensi yang cukup tinggi ketika melakukan puasa. Turunnya hormon itu terus terjadi hingga tiga hari diberikan makan (langkah ketiga). Akan tetapi pada hari keempat (langkah ketiga) hormon itu kembali naik dengan angka yang sangat tinggi, lebih tinggi dari sebelum berpuasa.
  2. Bertambah banyaknya FH dan LH yang keluar. Hal ini terjadi saat melaksanakan puasa hingga 3 hari setelah puasa.
  3. LH banyak terpisah dari aliran darah, sehingga libido menurun.
  4. FSH berkurang ketika berpuasa sehingga bertambah banyaknya hormon keluar dari tubuh.

Hal tersebut sebenarnya telah diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam 15 abad yang lalu. Dari Abdullah, beliau alayhi shalatu wa sallam bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah ba’ah di antara kalian menikahlah. Karena menikah itu dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena ia dapat mengekang hawa nafsu.” (HR. Bukhari Muslim). Kita lihat bagaimana Rasulullah  memberikan sebuah resep untuk menjaga kesehatan bagi para pemuda yang sudah ba’ah namun belum mampu menikah, yaitu dengan berpuasa. Dan hikmah di balik itu semua baru terungkap 15 abad kemudian.

Selain itu, dalam www.alsofwah.or.id pada 01 Ramadhan 1424 mengeluarkan artikel dengan judul Penelitian Ilmiah Tentang Puasa. Dalam artikel tersebut disebutkan beberapa manfaat shiyam dari sudut pandang medis.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah, 2: 183).

وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون

“Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah, 2: 184).

Shiyaam, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya ditemukan bahwa aktivitas ini merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa mempertahankan kondisi tubuhnya dalam keadaan yang stabil. Kebutuhan berpuasa bagi kesehatan manusia adalah sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Jika seseorang tidak bisa tidur, atau tidak makan dan minum selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Tubuh manusia pun akan mengalami hal yang sama jika ia tidak berpuasa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa`i dari Abu Umamah:

قال أبو أمامة: يا رسول الله، مرني بعمل ينفعني الله به، قال: ((عليك بالصوم فإنه لا مثل له ))

“Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa”.

Berpuasa dapat membantu tubuh untuk membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali tubuh dengan sel-sel baru. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa shiyaam menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Berpuasa yang baik bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari atau lebih pada setiap bulan. Hal ini sangat sesuai dengan anjuran Rasulullah ‘alayhi shalatu wa sallam dalam sebuah haditsnya:

(( من صام من كل شهر ثلاثة أيام فذلك صيام الدهر ))

“Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).”

 

Tom Branch, dari Columbia Press mengatakan:

“Aku menganggap puasa adalah pengalaman ruhani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Maka karena keinginan itu, aku mulai berpuasa dengan tujuan membersihkan diriku dari berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan pikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Dan aktivitas puasaku belum berlalu beberapa hari, tetapi aku mendapati pengaruh kejiwaan yang demikian besar.

Aku telah berpuasa beberapa kali hingga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Dan pada awalnya tujuanku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi, juga untuk membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, dan aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan yang manusia hidup di dalamnya. Sungguh aku merasa bertangung jawab terhadap keadaan mereka, maka aku pun berpuasa untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu.”

“Setiap kali berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku berpaling dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasa dengan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin semua yang aku katakan ini adalah sebab yang menjadikan muslimin -sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds- dengan puasa selama sebulan penuh menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan dunia manapun”.

Dalam sebuah penelitian ilmiah juga dibuktikan bahwa shiyaam dapat mencegah beberapa macam penyakit serta menjaga kestabilan kondisi tubuh, di antaranya.

Fasting can change your life

 

Mencegah Dari Tumor

Puasa berfungsi sebagai “dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa dapat menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang baik bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Hal tersebut juga dapat menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Puasa juga berfungsi menjaga tubuh dari berbagai zat yang berlebih, seperti kelebihan daging atau lemak, sekaligus bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.

 

Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

Saat makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Jika hal ini dibiarkan, pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetes. Berpuasa berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Maka sesungguhnya puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk mengoptimalkan kinerjanya. Pankreas kemudian mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak untuk dikumpulkan di dalam pankreas. Di beberapa Negara, untuk menanggulangi diabetes, mereka menggunakan terapi yang mengikuti “sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para pasien tersebut mengonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetes dan tanpa menggunakan satu obat kimia sintetis pun.

 

Berpuasa Adalah Dokter Yang Paling Murah

Sesungguhnya berpuasa adalah “dokter” yang paling murah secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah saw. ketika memulai ifthar adalah dengan memakan beberapa buah kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk yang seharusnya kita ikuti.

Itu adalah sebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Kandungan gula yang ada dalam kurma sangat mudah dicerna dan dikirim ke seluruh tubuh oleh darah, sehingga badan akan kembali pada kondisi yang fit. Selain itu, dalam kondisi lambung yang kosong, rasa manis kurma sanggup menetralisir asam lambung yang berlebih sehingga mencegah terjadinya maag atau naiknya udara asam lambung ke tubuh bagian atas.

Adapun jika kita langsung menyantap makanan yang cukup berat, tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Pada saat seperti ini, ketika awal berbuka kita akan tetap merasa lapar. Akhirnya, kita kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasa yang telah kita lakukan seharian, yaitu memperoleh kesehatan dan vitalitas, bahkan bias jadi akan menyebabkan obesitas. Tentu saja, hal ini bukanlah tujuan Allah mensyari’atkan shiyaam bagi hamba-hambaNya. Allah berfirman:

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان، فمن شهد منكم الشهر فليصمه، ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام آخر، يريد الله بكم اليسرى ولا يريد بكم العسر (البقرة: 185)

“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa yang menemui bulan Ramadhan ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka dia mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesulitan” (QS. Al-Baqarah: 185).

 

Penyakit-Penyakit Kulit

Mungkin terasa asing bagi sebagian besar kita saat mendengar ini. Namun, memang demikianlah kenyataannya. Hal ini disebabkan bahwa dengan berpuasa, maka kandungan air dalam darah berkurang, sehingga mengakibatkan juga berkurangnya kandungan air yang ada di kulit. Hal ini pada kemudian akan:

  1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan bakteri, mikroba, pathogen, dan penyakit-penyakit dalam perut.
  2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).
  3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak.

 

Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan:

“Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita sakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemui satu jenis obat pun. Ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun, dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar sumpeg (sempit dada). Akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku, “Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang juga menjadi sebab kesembuhan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah dengan keyakinan bahwa penyembuh (asy-Syafii’) adalah Allahu ta’ala dan sesungguhnya sebab terjadinya obat seluruhnya ada di tanganNya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepadaNya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah”.

Aku pun berpuasa, dan aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru mengonsumsi makanan berat. Dan aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Kemudian mulai terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku hampir tidak percaya, dan aku memulai seperti biasa. Aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai akhir hayatku.”

 

Puasa Mencegah “Penyakit Orang Kaya”

Penyakit ini sering juga disebut dengan nama ” nacreous“, disebabkan karena kelebihan makanan dan terlalu sering makan daging. Akhirnya tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Sehingga akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dengan disertai nyeri yang sangat. Terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Tentu saja, mengurangi porsi makan merupakan sebab (baca: washilah) bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.

 

Pembekuan Jantung dan Otak

Para profesor yang melakukan penelitian ilmiah dalam bidang medis –mayoritasnya adalah non-muslim– menegaskan akan kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi sebab berkurangnya minyak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Sedangkan kelebihan kolesterol dapat menghambat aliran darah yang menyebabkan peradangan pada jantung dan otak. Karena itu tidaklah berlebihan jika kita mau mendengarkan kepada firman Allahu ta’ala yang berbunyi:

وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون

“Dan andaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian mengetahui.”

Kini, berapa ribu manusia yang terbiasa untuk makan dan minum secara terus menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena rasa lapar. Pola hidup yang buruk inilah yang menimbulkan banyak penyakit baru pada masa kini. Andai saja mereka mengikuti sunnah Rasulullah ‘alayhi shalatu wa sallam yang tidak berlebihan dalam hal makan dan minum serta membiasakan puasa minimal tiga kali tiap bulan tentu mereka akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka alami akan berakhir serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram tanpa harus menggunakan obat-obatan kimia sintetis dan program diet yang memberatkan.

 

Sakit Persendian Tulang

Sakit persendian adalah penyakit yang timbul karena berlalunya waktu yang panjang. Dengan hal itu maka organ-organ tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitpun akan menyertai, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya adalah kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.

Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasanya puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka mikroba ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan pada badan selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.

Kondisi otak manusia juga akan terasa lebih baik pada waktu orang tersebut melakukan ibadah shiyam. Hal ini dibuktikan dengan otak seorang yang sedang berpuasa lebih banyak mengeluarkan omega-3.

Wallahu a’lam…

==========

==========

Maraji’

Al-Jawziyyah, Ibn Qayyim. 2004. Metode Pengobatan Nabi saw. (terj. Abu Umar Basyier Al-Maidani). Jakarta: Griya Ilmu

Ibn ‘Abdu `l Fattaah, Aiman. 2005. Keajaiban Thibbun Nabawi (terj. Asy-Syifaa’ min Wahyi Khaatmi `l Anbiyaa’ oleh Hawin Murtadlo). Solo: Al-Qowam

Mahmud, Mahir Hasan. 2007. Ath-Thibb al-Badil, ats-Tsimar wa al-A’syab al-Waridat fii al-Quran al-Karim wa as-Sunnah an-Nabawiyah, terjemahan bahasa Indonesia Mukjizat Kedokteran Nabi. Jakarta: Qultum Media

Ramadhani, Egha Zainur. 2007. Super Health: Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Yogyakarta: Pro-U Media

Raqith, Hamad Hasan. 2003. Kiat Hidup Sehat Islami; Mengungkap Metode Menjaga Kesehatan Menurut Rasulullah saw. (terj. Jujuk Najibah Ardianingsih) ed. Hadratul Ma’wa. Yogyakarta: Zuha Pustaka

Sya’rawi, Mutawalli. 2007. Keistimewaan Puasa (terj. Ahmad Rusydi Wahab, Lc. Cet. II). Jakarta: Qultum Media

Washfi, Dr. dr. Muhammad. 2008. Menguak Rahasia Ilmu Kedokteran dalam al-Quran (terj. Abdul Madjid, Lc.).Surakarta: Indiva Pustaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: