Jangan Engkau Nikahi Perempuan Ini

 1.      Kelaki-lakian

Yaitu perempuan yang tidak menyukai kewanitaan dan feminisme. Padahal, yang paling menarik pada diri seorang perempuan adalah sifat-sifat feminim, kelembutan, dan ketulusannya. Inilah yang memikat dan membuat laki-laki mencintainya. Bagaimanakah seorang suami akan memperlakukan istri yang sifatnya kelaki-lakian? Di mana rambutnya dipotong pendek seperti laki-laki, suara yang nyaring atau tinggi, merokok, dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam mengutuk wanita yang kelaki-lakian.” (HR. Abu Dawud)

2.      Pembangkang

Yaitu istri yang selalu berusaha meyakinkan suaminya bahwa pemikiran-pemikiran sang suami adalah salah, tuntutan-tuntutan sang suami tidak penting, sehingga secara praktis harus diabaikan atau ditunda pelaksanaannya.

Dia akan mengatakan bahwa kesengsaraan, kemalasan, atau kecerewetannya bukan karena kepribadiannya jelek, melainkan karena ulah sang suami. Dia sulit dipuaskan. Bahkan, bisa memuji semua orang, kecuali suaminya.

3.      Pemarah

Yaitu wanita yang amarahnya dapat tersulut oleh hal-hal sepele tapi tidak mudah dipadamkan. Dia akan mengutuk, mencaci maki, melontarkan kata-kata kotor, menampar pipinya sendiri, bahkan merobek-robek bajunya jika permintaannya tidak segera dipenuhi oleh anak-anaknya atau suaminya.

4.      Tidak Beragama

Yaitu wanita yang mengabaikan shalat, tidak berjilbab, memamerkan perhiasan, mengobral pembicaraan, dan tidak sungkan tertawa terbahak-bahak di depan banyak orang. Jika dinasihati, dia berdalih hal ini tidak bersangkut paut dengan keimanan di hati.

Kepada wanita tersebut, saya katakan, iman bukanlah lamunan ataupun hiasan, melainkan sesuatu yang tertanam kukuh di dalam hati dan dibuktikan oleh perbuatan. Kian kukuh melaksanakan perintah Allah, kian jujur keislamanmu. Kalau tidak, itu adalah pengakuan palsu.

5.      Memiliki Hubungan Asmara Sebelum Menikah

Wanita seperti ini masih perawan pada zahirnya saja, tapi batinnya tidak. Dia telah memberikan hatinya yang mahal dengan harga murah kepada pemuda yang konyol dan tidak bertanggungjawab, lewat surat-surat cinta, pembicaraan di telepon, SMS, tukar-menukar kaset lagu atau hadiah-hadiah romantis, dengan anggapan pemuda itu akan menikahinya. Lebih parah lagi, dia bersedia berdua-duaan dan membiarkan pemuda itu mencumbunya. Dan yang paling parah, dia rela menyerahkan keperawanannya demi pemuda yang mengakui mau menikahinya tersebut.

Gadis yang menyerahkan diri kepada seorang pemuda sebelum menikah, takkan dinikahi oleh pemuda itu kecuali jika pemuda itu tidak punya rasa cemburu. Kebanyakan pemuda tidak suka menikahi gadis yang telah menyerahkan diri kepadanya, karena hal itu justru menjadi bukti bahwa gadis tersebut tidak dapat menjaga kehormatan dirinya.

Setelah menikah, gadis itu akan mengalami konflik batin. Apalagi jika lelaki yang dicintainya tidak mau menikahinya. Lalu, karena takut menjadi perawan tua, dia menikah dengan siapa saja yang meminangnya. Dia takkan setia kepada suaminya, menjadi pembangkang, pemarah, dan penggerutu, kecuali jika dia benar-benar bertaubat kepada Allah dan mengerti itulah jalan hidupnya.

Dikutip dari “Li man yuriidu az zawaaj… wa tazawwajSyaikh Fuad Shalih
terj. Untukmu yang Akan Menikah dan Telah Menikah hal 90-92.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: