Sehat Bersama Sunnah*

*Disampaikan dalam Talkshow Thibb an Nabawi Al Imarat Fair, 04 Juni 2011

Bekam

Muqaddimah

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Nahl : 89)

Allahu ta’ala menurunkan al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan menjadikan as Sunnah sebagai “penerjemah” isi al Quran. Dalam ayat yang kami kutip di awal tulisan ini, dengan tegas Allahu ta’ala menjelaskan kepada kita bahwa di dalam al Quran terdapat penjelasan atas segala sesuatu, tanpa terkecuali. Tidak heran jika kemudian, para ilmuwan modern menemukan data-data penting dalam al Quran dan as Sunnah yang begitu bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya dalam bidang kedokteran.

Syaikh Abu Abdullah Syaikh Musthafa ibn al ‘Adawi, ketika memberikan pengantar dalam kitab Asy Syifaa` min Wahyi Khaatami `l-Anbiyaa’,[1] beliau berkata, “Berbagai hadits menganjurkan, bahkan kadang-kadang memerintahkan berobat. Kemudian, pengobatan memerlukan fiqh tersendiri, sebagaimana bidang-bidang lainnya. Kadang-kadang, berobat adalah wajib, kadang-kadang makruh, kadang-kadang sunnah, kadang-kadang mubah, kadang-kadang haram. Berobat dengan barang-barang haram, hukumnya haram. Membuka aurat tanpa sebab yang mengharuskan, juga haram, dan sebagainya.”

Perhatikan bahwa Syaikh Ibn al ‘Adawi menyebutkan perlu adanya sebuah fiqh tersendiri yang mengatur bidang pengobatan (fiqh thibb). Hal ini tentu saja sangat masuk akal dan dapat diterima berdasarkan pemahaman yang benar tentang diin ini. Tidak ada pertentangan di kalangan ‘ulama salaf bahwa metode pengobatan nabi shallllahu ‘alayhi wa sallam merupakan bagian yang integral dan tidak mungkin dapat dipisahkan dari aspek-aspek lainnya yang juga diatur dalam fiqh tersendiri.

Metode Pengobatan Nabi  telah ditulis dalam banyak kitab Hadits dan Fiqh. Imam al Bukhari menyusun hadits-hadits yang berkaitan dengan ath Thibb an Nabawi dalam kitab ath Thibb an Nabiy. Imam Shuyuthi dan Syaikh Al Islam Ibn Qayyim al Jawziyyah pun demikian. Kedua fuqaha ini sengaja menyimpan ath Thibb an Nabawi menjadi salah satu pembahasan dalam uraian fiqhnya.

Terjemahan Thibb An Nabawi

Maka dari itu, kewajiban mempelajari ath Thibb an Nabawi serta mengamalkannya sama dengan kewajiban kita dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu fiqh yang lainnya, seperti thaharah, shalat, shiyaam, zakat, haji, jihad, buyu’ atau jinayat. Hal ini juga berarti bahwa dalam satu wilayah harus ada seorang yang faqih terhadap masalah ini yang kemudian dapat mengajarkan ilmu ini kepada yang lainnya. Sedangkan masyarakat yang lain berkewajiban mengamalkannya sebagai bentuk peribadahan yang sempurna terhadapNya.

Kesehatan dalam Islam

Dalam Islam, kesehatan tidaklah selalu berkaitan dengan aspek fisik saja. Bahkan, kesehatan hati menjadi bagian yang pertama kali dibahas dalam al Quran, yaitu pada surat al Baqarah ayat 1-20. Islam juga menganjurkan manusia untuk menjaga kesehatan akal mereka. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyaknya ayat al Quran yang menggunakan kata “li ulil albaab” (bagi orang-orang yang berakal) atau “li qawmi yatafakkaruun” (bagi kaum yang berfikir). Hal ini menunjukkan pada kita dengan jelas bahwa sungguh keutamaan bagi mereka yang mempergunakan akalnya untuk berfikir dan memikirkan kebesaran Al Khaliq (Sang Pencipta) untuk kemudian memahami bahasa yang diberikan oleh alam (ayat-ayat kauniyah). Inilah makna menjaga kesehatan akal.

Adapun dalam aspek fisik, Rasuulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah menjelaskan kepada kita dalam haditsnya, “Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih disukai di sisi Allah swt. dibandingkan mu’min yang lemah, dari segala sisi”.[2] Sedangkan Allah telah banyak memberikan keutamaan kepada orang-orang pilihan-Nya –salah satunya- adalah dengan fisik yang kuat. Hal ini dapat kita baca dalam kisah Thalut, Musa, Dawud, dan Ayyub ‘alayhimus salaam.

Konsentrasi Islam yang tidak hanya melibatkan aspek fisik dalam upaya menjaga kesehatan telah dibuktikan oleh penelitian modern. Kolej Perubatan Jawi, Institut Latihan Herbal Al-Wahidah, HPA Internasional[3] menemukan sebuah data yang menegaskan bahwa kondisi fisik seseorang dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu spiritual, mental, emosional, dan fisikal. Keempat faktor tersebut memengaruhi tubuh manusia dengan persentase sebagai berikut.

  • Spiritual           : 50 %
  • Mental             : 20 %
  • Emosional        : 20 %
  • Fisik                : 10 %

Sehat dan Terapi Thibb an Nabawi

Dalam merealisasikan perintah Allahu ta’ala, Rasuulullah telah memberikan penjelasan kepada kita melalui amalan-amalan yang beliau lakukan. Baik itu yang berkaitan dengan ibadah mahdhah atau ghayru mahdhah.

Harus kita ketahui bersama bahwa aspek-aspek ibadah mahdhah dan ghayru mahdhah memiliki hikmah yang begitu banyak, khususnya dari sisi kesehatan, seperti bersuci, bersiwak, shalat, dzikrullah, shaum, menjaga fitrah (memotong dan mencukur, menikah, khitan, dll), shaum, celak, pacar, haji, dsb.

Herbal

Selain itu, kesehatan Rasuulullah juga ditopang oleh kebiasaan beliau yang begitu baik dan menyehatkan. Cara tidur, makan, minum, serta kebiasaan-kebiasaan beliau lainnya ternyata juga memberikan efek positif bagi kesehatan. Hal ini telah dijelaskan panjang lebar oleh Syaikh Ibn al Qayyim dalam Zaad al Ma’ad Kitab Thibb an Nabawi.

Adapun bentuk terapi sunnah yang insya Allah dapat menjadi wasilah kesembuhan diri dari berbagai macam penyakit, di antaranya adalah:

  1. Terapi Al Hijaamah (Bekam), al Fashdu dan al Kayy
  2. Terapi Herbal (hadu, habbatus sawda, susu & urine unta, susu kambing, jahe, kurma, air putih, dll)
  3. Terapi al Quran (ruqyah syar’iyyah)

Wallahu a’lam


[1] Ditulis oleh Aiman ibn ‘Abdul Fattaah dengan judul terjemahan Keajaiban Thibbun Nabawi; Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Metode Pengobatan Nabi

[2] Hadits shahih riwayat Muslim

[3] Lihat INTIBAH jilid 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: