Ilmu dan ‘Ulama`

العلم نور

Secara umum, dari sudut pandang bahasa, ilmu adalah lawan dari “jahl” (kebodohan). Dalam pengertian lain yaitu mengetahui sesuatu yang pasti pada kenyataannya dengan pengetahuan yang pasti.[1]

Ilmu yang kami maksudkan di sini adalah ilmu syar’i, sedangkan yang dimaksud dengan ilmu syar’i adalah:

العِلمُ المُنَزَّلُ مِن السَّمَاءِ إلى الْأَرْضِ، الْعِلمُ الْمُوحَى مِن اللهِ تَعَالى إلى نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم مِن الْكِتَابِ وَ السُّنَّةِ

Ilmu yang diturunkan dari langit ke bumi, yakni ilmu yang diwahyukan Allahu ta’aala kepada Nabi-Nya berupa al Quran dan as Sunnah.”[2]

Syaikh Muhammad ibn Shalih al ‘Utsaymin menjabarkan sebagai berikut, “Yang dimaksud dengan ilmu syar’i adalah segala sesuatu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, maka ilmu yang mendapat pujian di sini adalah ilmu tentang wahyu, ilmu tentang perkara yang diturunkan oleh Allah saja.”[3]

Firman Allah dalam al Quran,

وَلَوْلاَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَّ أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَيْءٍ وَأَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ ٱلْكِتَابَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيماً ﴿١١٣﴾ 

Dan Allah telah menurunkan al Kitab dan al Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” (QS. An Nisaa’ : 113)

Rasulullah bersabda,

مَن يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah menjadikannya faqih dalam diin.” (HR. Bukhari)

Maka dari itu, kewajiban menuntut ilmu, baik dalam al Quran dan as Sunnah pada hakikatnya adalah kewajiban untuk mempelajari diin al Islam. Adapun ilmu-ilmu selain ilmu syar’i, maka kedudukannya  berada di bawah ilmu syar’i yang hukum mempelajarinya bisa menjadi fardhu ‘ain, fardhu kifayah, mubah, atau bahkan haram, sesuai dengan kondisi penuntut ilmunya. Sedangkan hukum menuntut ilmu syar’i, tiada keraguan lagi,  adalah fardhu ‘ain. Maka, barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah bermaksiat kepada Allah.[4]

Adapun Ahl al ‘Ilm (baca: ahlul ilm) yang Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan keutamaan, ketinggian derajat, dan besarnya pahala mereka adalah para pengusung ilmu yang mulia ini. Mereka yang telah terikat dengan kecintaan yang mendalam untuk menuntut ilmu syar’i, mengamalkannya, serta menda’wahkannya. Allah berfirman,

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٢﴾ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٣﴾

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash Shaff : 2-3)

Syaikh Al Islam Ibn Taymiyyah berkata tentang ahl al ‘ilm,

وهؤُلاءَ هُمُ الذِيْنِ جَمِعُوا بَيْنَ الْبَصِيْرَةٌ فِي الدِّيْنِ وَالْقُوَّةٌ عَلى الدَّعْوَة، وَلِذَلِكَ كَانُوا وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءَ الَّذِيْنَ قَالَ اللهُ فِيْهِمْ: (وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْحـــقَ وَيَعْقُوْبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ) فَالْأَيْدِي الْقُوَّة فِي أَمْرِ الله، وَالْأَبْصَار الْبَصَائِرُ فِى دِيْنِ الله، فَبِالْبَصَائِرُ يدرك الْحَقّ وَيعرف، وَبِالْقُوَّة يتمكن مِن تَبْلِيْغِهِ وَتَنْفِيْذِهِ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ.

“Mereka adalah orang-orang yang menghimpun di dalam diri mereka “al Bashiirah fii ad Diin” (bashirah dalam diin) dan “al Quwwah ‘alaa ad Da’wah” (kekuatan untuk berda’wah). Maka, mereka adalah para pewaris Nabi, yang Allah telah mengatakan tentang diri mereka,

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang memiliki kekuatan dan kecerdasan.” (QS. Shaad, 38: 45)

Kata “kekuatan” dalam ayat tersebut maknanya adalah kekuatan dalam menjalankan perintah Allah, sedangkan kata “kecerdasan” maknanya adalah kecerdasan dalam memahami diin Allah. Jadi, dengan kecerdasan itu seseorang bisa memahami yang haqq dan mengetahuinya, dan dengan kekuatan ia mampu menyampaikannya, melaksanakannya, dan menda’wahkannya.”[5]

'Ulama` Abad Pertengahan (Ilustrasi)

Imam Asy Syathibi berkata,

الْعِلْمُ الَّذِى هُوَ الْعِلْمُ الْمُعْتَبَرُ شَرَعًا ــ أَعنى الَّذِى مدح اللهُ وَرَسُوْلَهُ أَهْله عَلى الْإِطْلَاق ـ هُوَ الْعِلْمُ الْبَاعث عَلى الْعَمَل، الَّذِى لَايُخَلّى صَاحِبُهُ جَاريا مَعَ هَوَاه كَيْفَمَا كَانَ، بَلْ هُوَ الْمُقَيِّد لِصَاحِبه بِمَقتضاه، الْحَامِلُ لَهُ عَلي قَوَانِيِّنَهُ طَوْعًا أَوْ كَرْهًا

“Ilmu yang dikatakan ilmu mu’tabar menurut pandangan syar’i, maksud saya adalah yang Allah dan Rasul-Nya memuji ahlinya secara mutlak, ialah ilmu yang mendorong seseorang beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya berjalan menurut kemauan hawa nafsunya, tapi ia mengikat pemiliknya dengan apa yang menjadi tuntutannya, membawa ia untuk taat atau benci atas hukum-hukumnya.”[6]

Pernyataan di atas menegaskan bahwa yang dimaksud ahl al ‘ilm adalah mereka yang benar-benar mengamalkan ilmunya. Allah berfirman dalam al Quran,

إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَاءُ ﴿٢٨﴾ 

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, adalah ‘ulama.” (QS. Faathir, 35: 28)

Ayat di atas menerangkan bahwa yang dimaksud ‘ulama (ahl al ‘ilm) adalah orang-orang yang memiliki rasa takut (khasy-yah) kepada Allahu ta’ala, dan tidaklah rasa takut ini akan melahirkan sesuatu kecuali ketaatan, yakni kecintaan seorang hamba untuk senantiasa mengamalkan ilmu yang dimilikinya dan selalu konsisten untuk beramal di atas ilmu.

-Al Fadhli-


[1] Syaikh Muhammad ibn Shalih al ‘Utsaymin, Kitab Al Ilmi

[2] Syaikh Abd al Qadir Abd al Aziz, Al Jami’ Fii Thalab al Ilmi asy Syariif

[3] Kitab Al Ilmi

[4] Adapun rinciannya akan dijelaskan kemudian,insya Allah

[5] Manjmu’ Fattawa Juz IV hal 92-93

[6] Al Muwaafiqaat Juz I hal 69

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: