Tahdzir terhadap Mujahidin

Kesalahan yang dilakukan oleh sebagian mujahidin tidak berarti bahwa jihad adalah sebuah kesalahan, dan menasihati mereka (para mujahid, peny.) haruslah disertai wala’ (loyalitas, kecintaan) kepada mereka sehingga tidak terbuka celah bagi “para penolak” untuk mengingkari jihad.

Sesungguhnya mujahidin adalah “manusia biasa” sebagaimana yang lainnya, bisa benar dan juga bisa salah. Selain para nabi, tidak ada seorangpun yang ma’shum (dijamin terbebas dari kesalahan). Oleh karena itu, hal sangat penting yang harus diwaspadai adalah apabila ada keperluan  untuk menyebutkan kesalahan tersebut dalam rangka menasihati mereka, maka hal ini tidak boleh dipaparkan di mimbar-mimbar umum, karena dapat dipahami sebagai pendiskreditan terhadap jihad dan mujahidin. Bahkan terkadang pemaparan gamblang di mimbar-mimbar umum secara tegas dapat dianggap membantu program musuh (orang-orang kafir) yang memerangi jihad, para da’i, dan para mujahidin. Tanpa sadar mereka telah bekerja (baca: dipekerjakan) untuk menjalankan strategi musuh yang lalim, yaitu memberangus para da’i yang jujur serta meniadakan syi’ar jihad dan ihtisab (pengawasan ketat). Ketika kita tidak menyadari efek suatu ucapan (yaitu celaan terhadap mujahidin), maka yang muncul adalah bahaya yang sangat besar. Karena bisa jadi “sang pembicara (yang bermulut usil dan lancang)” tersebut telah memposisikan dirinya sebagai nara sumber (informan atau intel) bagi musuh untuk memerangi para da’i dan mujahidin yang tengah berusaha membangkitkan umat dari “tidur panjang”nya. Atau boleh jadi hal tersebut pernah terbetik dalam dirinya, namun dia tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam “parit” musuh, yaitu satu barisan bersama orang-orang kafir dan munafiq.

Apabila dalam diri seirang da’i terbersit keinginan keras untuk memberikan “komentar” terhadap sebagian kesalahan (mujahidin), maka hal tersebut dapat direalisasikan dengan menggunakan ungkapan (global) yang tidak dapat dipahami oleh media massa yang hobi mendistorsi kabar berita dan orang-orang di balik kemudinya yang senang memanfaatkan “suatu komentar” untuk kepentingan pribadi mereka semata. Caranya, dengan memuji para mujahidin terlebih dahulu, hasil yang mereka capai dalam jihad dan merebut kembali kehormatan, peran mereka dalam membela negeri dan kehormatan kaum muslimin serta peran mereka dalam menggentarkan orang-orang kafir. Karena pada saat itu (ketika mujahidin berjihad), berbagai organisasi (pengkritik mujahidin) yang gencar melakukan kritik dan penilaian negatif tiada lain merupakan kepanjangan tangan dari orang-orang kafir yang menempatkan mereka dalam barisan kaum kafir untuk memerangi para da’i dan mujahidin. Kemudian setelahnya (memuji mujahidin), barulah memberikan komentar terhadap kesalahan yang timbul dari sebagian “kelompok jihadi”, walaupun boleh jadi kesalahan tersebut terjadi karena suatu alasan tertentu. Dan apabila tidak ada alasan yang melegalkannya, maka nasihat atau kritikan tersebut tetap diberikan sesuai proporsinya dengan menggunakan ungkapan yang menunjukkan kecintaan, simpati, nasihat, dan loyalitas kepada mereka.

Apabila nasihat bijak dan berhati-hati ini terlontar, maka saya menduga bahwa mass media yang hobi memerangi “mujahidin” tidak akan begitu saja menerima komentar da’i bijak tersebut, terlebih lagi akan mewawancarainya dan mempopulerkan komentarnya kepada publik. Tidak akan pernah!

Sesungguhnya para mujahidin tidak akan merasa sakit hati terhadap maksud dan komentar da’i bijak tersebut. Dan mereka pun tidak akan menuduhnya sebagai seorang “pecundang”, atau orang-orang yang bergembira ria bila bencana menimpa para mujahidin.

Oleh :
Syaikh ‘Abd al ‘Aziz bin Nashir al Julayyil

Dalam:
At Tarbiyah al Jihadiyah fi Dhaw’ al Kitab wa as sunnah
(Riyadh : Daar Thayyibah, 1424 H) hal. 204-205

Dikutip dari:
Majalah Harakah Sunniyah As Silmi DPP HASMI

edisi 13 – Sya’ban 1427 H / September 2006 M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: