Keutamaan Ilmu Akhirat atas Ilmu Dunia

๐Ÿ•‹ KEUTAMAAN ILMU AKHIRAT ATAS ILMU DUNIA ๐Ÿ•‹

Disusun oleh: Abu Ezra Al-Fadhli

#ilmu #hadits

โœ…Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan dishahihkan Ibnu Hibban:

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุŒ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… :  ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุจุบุถ ูƒู„ ุฌุนุธุฑูŠ ุฌูˆุงุธ ุณุฎุงุจ ุจุงู„ุฃุณูˆุงู‚ ุŒ ุฌูŠูุฉ ุจุงู„ู„ูŠู„ ุŒ ุญู…ุงุฑ ุจุงู„ู†ู‡ุงุฑ ุŒ ุนุงู„ู… ุจุฃู…ุฑ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุŒ ุฌุงู‡ู„ ุจุฃู…ุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu , Rasuulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda : ” Allah membenci setiap orang yang kasar/ sombong, banyak makan, suka berteriak-teriak di pasar, tertidur pulas sepanjang malam seperti bangkai dan di siang hari seperti keledai, ‘alim (pandai) dalam urusan dunia tetapi jahil (bodoh) dalam urusan akhirat. ”

๐Ÿ“ŒDi antara beberapa faidah yang bisa dipetik hikmahnya dari riwayat di atas adalah:

1โƒฃ Menjauhi sifat-sifat buruk yang disebutkan dalam hadits tersebut, yakni:

โœ… kasar/ sombong, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji dzarrah kesombongan. Sedangkan makna kesombongan adalah: merendahkan manusia dan menolak kebenaran.
โœ… banyak (berlebihan) makan dan minum, karena berlebihan dalam makna dan minum adalah perbuatan setan. Adapun ciri khas orang-orang beriman adalah mereka makan hanya pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.
โœ… suka bertertiak di pasar. Karena karakter orang-orang beriman adalah senantiasa mengeluarkan kata-kata yang baik lagi lemah lembut, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam.
โœ… tertidur pulas sepanjang malam seperti bangkai, yakni membiarkan malamnya berlalu begitu saja, tanpa dzikir, wudhu, dan shalat. Orang yang membiarkan malamnya berlalu begitu saja tanpa ada upaya menghidupkannya dengan ibadah diibaratkan dengan bangkai.
โœ… seperti keledai di siang hari. Yakni sibuk dalam urusan dunia, namun melupakan urusan akhirat. Orang-orang yang hanya menyibukkan hari-hari mereka untuk dunia dan kepentingan syahawat semata tak ubahnya dengan binatang, karena tidak pernah berpikir tentang kehidupan yang abadi di akhirat.
โœ… alim dalam urusan dunia tapi jahil dalam urusan akhirat. Saat ditanya tentang permasalahan duniawi, maka ia bisa membicarakan, menjelaskan, dan mempraktikannya, namun saat berhubungan dengan permasalahan akhirat dan ibadah, maka ia diam membisu dan tidak memahaminya.

2โƒฃ Keutamaan ilmu akhirat atas ilmu dunia. Dalam sabdanya, Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam menegaskan bahwa orang-orang yang lebih menekuni ilmu dunia namun jahil atas ilmu akhirat, maka ancamannya adalah kemurkaan Allaah Azza wa Jalla. Dalil-dalil lain yang mendukung hal ini banyak sekali di antaranya adalah:

โœ… Sabda Rasuulullaahi shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…

Menuntut al-ilmu itu fardhu atas setiap muslim (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Majah)

โœ… Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata tentang ilmu yang wajib dalam riwayat di atas:

ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุนู„ู…: ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ุงู„ุฐูŠ ูŠูููŠุฏ ู…ุนุฑูุฉ ู…ุงูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูƒู„ู‘ูŽู ู…ู† ุฃู…ุฑ ุฏูŠู†ู‡ ููŠ ุนุจุงุฏุงุชู‡ ูˆู…ุนุงู…ู„ุงุชู‡ุŒ ูˆุงู„ุนู„ู… ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุตูุงุชู‡ ูˆู…ุงูŠุฌุจ ู…ู† ุงู„ู‚ูŠุงู… ุจุฃู…ุฑู‡ ูˆุชู†ุฒูŠู‡ู‡ ุนู† ุงู„ู†ู‚ุงุฆุต. ูˆู…ุฏุงุฑ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ุชูุณูŠุฑ ูˆุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุงู„ูู‚ู‡

Dan yang dimaksud dengan al โ€˜ilmu adalah ilmu syarโ€™i yang bermanfaat untuk mengetahui apa-apa yang diwajibkan atas mukallaf dari urusan diin-nya; dalam ibadah-ibadahnya atau muamalah-muamalahnya. Serta ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya; apa kewajiban kita terhadap-Nya dan cara mensucikan-Nya dari berbagai macam kekurangan. Dan semua itu beredar pada tafsir, hadits, dan fiqih. [Fathul Baari, Juz I, hal. 141]

โœ… Al-Imam An-Nawawi berkata tentang ilmu yang fardhu ‘ain:

ูุฑุถ ุงู„ุนูŠู† ู€ู€ ุฃูŠ ู…ู† ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ู€ู€ ูˆู‡ูˆ ุชุนู„ู‘ู… ุงู„ู…ูƒู„ู‘ู ู…ุงู„ุง ูŠุชุฃุฏูŠ ุงู„ูˆุงุฌุจ ุงู„ุฐูŠ ุชุนูŠู‘ูŽู† ุนู„ูŠู‡ ูุนู„ู‡ ุฅู„ุง ุจู‡

Hukumnya fardhu ‘ain -yakni ilmu syar’i- yakni kewajiban seorang mukallaf (muslim baaligh-‘aaqil) untuk menuntut semua ilmu yang tidak akan terlaksana kewajiban-kewajiban agama kecuali dengan memahami ilmu ini [Al-Majmu’ I/24]

โœ… Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah mensifati ilmu yang fardhu ain:

ุทู„ุจู ูƒู„ ูˆุงุญุฏู ุนูู„ู… ู…ุงุฃู…ุฑู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ูˆู…ุง ู†ู‡ุงู‡ ุนู†ู‡ุŒ ูุฅู† ู‡ุฐุง ูุฑุถ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุนูŠุงู†
Yakni wajib bagi setiap individu untuk menuntut ilmu tentang apa-apa yang Allaah perintahkan atasnya dan tentang apa-apa yang Allaah larang darinya. Maka semua ini hukumnya fardhu ‘ain. [Majmu’ Fatawa 28/80]

โœ… Semua penjelasan di atas menegaskan kepada kita bahwasanya ilmu akhirat jauh lebih utama dibandingkan ilmu duniawi karena hukumnya fardhu ‘ain, dan sebagian (rinciannya) fardhu kifayah. Adapun ilmu duniawi, maka tidak ada yang diwajibkan kepada semua manusia, kecuali fardhu ‘ain khusus kepada sebagian manusia, fardhu kifayah pada sebagiannya, dan sunnah pada sebagian yang lain, yang akan dirinci pada pembahasan selanjutnya, in Syaa Allaah.

#ilmu #hadits #riwayat #atsar

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Channel Telegram @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
FB: /bekalakhiratchannel
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Kemuliaan Menuntut Ilmu

Diambil dari kitab Tanbihul Ghafiliin karangan Abul Laits As Samarqandi :

ุชู†ุจูŠู‡ ุงู„ุบุงูู„ูŠู†  ุฃุจูˆ ุงู„ู„ูŠุซ ุงู„ุณู…ุฑู‚ู†ุฏูŠ.
ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู…ูŽู†ู ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ูุŒ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽุณูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ููŽุธูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ุณูŽุจู’ุนู ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุงุชู

Dikatakan bahwa seseorang yang telah sampai kepada orang yang alim dan duduk bersamanya tetapi dia tidak mampu menghafalakan ilmu, maka orang tersebut mendapatkan tujuh kemuliaan :

ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ูŽุง: ูŠูŽู†ูŽุงู„ู ููŽุถู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ููŠู†ูŽ.

1. mendapatkan keutamaan orang-orang yang belajar.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ: ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุญู’ุจููˆุณู‹ุง ุนูŽู†ู ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃู.

2. selama masih duduk bersama orang alim maka dia tercegah dari melakukan dosa dan kesalahan.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู: ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูู‡ู ุชูŽู†ู’ุฒูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู

3. ketika keluar dari rumahnya maka rahmat turun kepadanya.

ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนู: ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูุŒ ููŽุชูŽู†ู’ุฒูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูุŒ ููŽุชูุตููŠุจูู‡ู ุจูุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ูู…ู’.

4. ketika dia duduk disamping orang alim kemudian rahmat turun kepada mereka maka dia pun mendapatkan rahmat sebab berkah mereka.

ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู: ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽู…ูุนู‹ุง ุชููƒู’ุชูŽุจู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู.

5. selama masih mendengarkan maka ditulis kebaikan baginya.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู: ุชูŽุญููู‘ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุจูุฃูŽุฌู’ู†ูุญูŽุชูู‡ูŽุง ุฑูุถู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠู‡ูู…ู’.

6. mereka dikepung malaikat dengan sayap-sayapnya dan orang tersebut juga bersama mereka.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนู: ูƒูู„ู‘ู ู‚ูŽุฏูŽู…ู ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุถูŽุนูู‡ู ูŠูŽูƒููˆู†ู ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูู„ุฐู‘ูู†ููˆุจูุŒ ูˆูŽุฑูŽูู’ุนู‹ุง ู„ูู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู

7. setiap langkah kakinya yang diangkat dan diletakkan maka menjadi penghapus bagi dosa-dosa, pengangkat derajat dan tambahan kebaikan baginya.

ุซูู…ู‘ูŽ ูŠููƒู’ุฑูู…ูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุจูุณูุชู‘ู ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุงุชู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰:  ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ูŽุง: ูŠููƒู’ุฑูู…ูู‡ู ุจูุญูุจู‘ู ุดูู‡ููˆุฏู ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู

Kemudian Allah memuliakannya lagi dengan enam kemuliaan yang lainnya:

1. Allah memuliakannya dengan cintanya melihat majlisnya ulama’

ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ: ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุฏููŠ ุจูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุกูŒ.

2. setiap orang yg mengikuti mereka (ulama’) maka baginya pahala sebagaimana pahala mereka tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.

ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ู„ูŽูˆู’ ุบูŽููŽุฑูŽ ู„ููˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุดู’ููŽุนู ู„ูŽู‡ู.

3. jika salah seorang diantara mereka diampuni maka bisa memberikan syafaat kepadanya.

ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนู: ูŠูุจูŽุฑู‘ูุฏู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ู’ููุณู‘ูŽุงู‚ู.

4. hatinya menjadi dingin dari majlisnya orang-orang fasik.

ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู: ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ูููŠ ุทูŽุฑููŠู‚ู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ.

5. masuk kedalam jalannya para pelajar dan orang-orang sholih.

ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู: ูŠูู‚ููŠู…ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

6. menegakkan perintah Allah ta’ala.

ู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ููŽุธู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุญู’ููŽุธู ููŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุถู’ุนูŽุงููŒ ู…ูุถูŽุงุนูŽููŽุฉูŒ

” Ini semua adalah bagi orang yang tidak menghafal ilmu sedikitpun, adapun bagi orang yang menghafal ilmu maka baginya kemuliaan yang berlipat ganda”.

#hikmah #ilmu #nasihat #ulama

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Telegram Channel @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Imam Syafi’i dan Putri Imam Ahmad bin Hanbal

image

Simaklah kisah berikut:

ุฒุงุฑ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„ ุฐุงุช ูŠูˆู… ููŠ ุฏุงุฑู‡ ุŒ ูˆูƒุงู†ุช ู„ู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุงุจู†ุฉ ุตุงู„ุญุฉ ุชู‚ูˆู… ุงู„ู„ูŠู„ ูˆุชุตูˆู… ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ูˆุชุญุจ ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ูˆุงู„ุฃุฎูŠุงุฑ ุŒ ูˆุชูˆุฏ ุฃู† ุชุฑู‰ ุงู„ุดุงูุนูŠ ู„ุชุนุธูŠู… ุฃุจูŠู‡ุง ู„ู‡ ุŒ ูู„ู…ุง ุฒุงุฑู‡ู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ูุฑุญุช ุงู„ุจู†ุช ุจุฐู„ูƒ ุŒ ุทู…ุนุงู‹ ุฃู† ุชุฑู‰ ุฃูุนุงู„ู‡ ูˆุชุณู…ุน ู…ู‚ุงู„ู‡ .

Suatu hari Imam Syafi’i Rahimahullah berkunjung kerumah Imam Ahmad bin Hanbal.

Imam Ahmad mempunyai seorang putri yang shalihah, bila malam beribadah, siang berpuasa, serta menyukai kisah orang-orang shalih dan pilihan.

Putri beliau ini ingin sekali melihat lmam Syafi’i secara langsung sebab sang Ayah sangat menghormatinya.
Ketika Imam Syafi’i berkunjung kerumah mereka, sang putri merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang di kerjakan imam Syafi’i serta mendengar ucapan-ucapannya.

ูˆุจุนุฏู…ุง ุชู†ุงูˆู„ ุทุนุงู… ุงู„ุนุดุงุก ู‚ุงู… ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุชู‡ ูˆุฐูƒุฑู‡ ุŒ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ู…ุณุชู„ู‚ู ุนู„ู‰ ุธู‡ุฑู‡ ุŒ ูˆุงู„ุจู†ุช ุชุฑู‚ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูุฌุฑ ุŒ ูˆููŠ ุงู„ุตุจุงุญ ู‚ุงู„ุช ุจู†ุช ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุฃุจูŠู‡ุง :
ูŠุง ุฃุจุชุงู‡ … ุฃู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุงู„ุฐูŠ ูƒู†ุช ุชุญุฏุซู†ูŠ ุนู†ู‡ ุŸ
ู‚ุงู„ : ู†ุนู… ูŠุง ุงุจู†ุชูŠ .

Setelah selesai makan malam bersama, Imam Ahmad menuju tempat shalat untuk melakukan shalat dan dzikir, Imam Syafi’i tiduran terlentang, sedangkan sang putri selalu mengawasi Imam Syafi’i sampai fajar.

Di pagi hari, sang putri berkata kepada ayahnya :

“Wahai ayahku… Apakah benar dia ini Imam Syafi’i yang engkau ceritakan padaku dulu ?”

Imam Ahmad : “Benar anakku…”

ูู‚ุงู„ุช : ุณู…ุนุชูƒ ุชุนุธู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆู…ุง ุฑุฃูŠุช ู„ู‡ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ .. ู„ุง ุตู„ุงุฉ ูˆู„ุง ุฐูƒุฑุงู ูˆู„ุง ูˆุฑุฏุงู‹ุŸ
ูˆู‚ุฏ ู„ุง ุญุธุช ุนู„ูŠู‡ ุซู„ุงุซุฉ ุฃู…ูˆุฑ ุนุฌูŠุจุฉ ุŒ ู‚ุงู„ : ูˆู…ุง ู‡ูŠ ูŠุง ุจู†ูŠุฉ ุŸ
ู‚ุงู„ุช : ุฃู†ู‡ ุนู†ุฏู…ุง ู‚ุฏู…ู†ุง ู„ู‡ ุงู„ุทุนุงู… ุฃูƒู„ ูƒุซูŠุฑุงู‹ ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ู…ุง ุณู…ุนุชู‡ ุนู†ู‡ ุŒ ูˆุนู†ุฏู…ุง ุฏุฎู„ ุงู„ุบุฑูุฉ ู„ู… ูŠู‚ู… ู„ูŠุตู„ูŠ ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŠู„ ุŒ ูˆุนู†ุฏู…ุง ุตู„ู‰ ุจู†ุง ุงู„ูุฌุฑ ุตู„ู‰ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃู† ูŠุชูˆุถุฃ .

Putri : “Aku mendengar bahwa engkau menghormati Imam Syafi’i, tapi apa yang aku lihat tadi malam dia… Tidak shalat, tidak dzikir tidak pula wirid ?
dan aku juga melihat ada 3 hal yang aneh.”

Imam Ahmad : “Apa saja 3 hal itu, wahai anakku ?”

Putri : “Ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi’i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yang kudengar; ketika masuk kamar, dia tidak beribadah shalat malam; dan ketika shalat subuh bersama kita, dia shalat tanpa wudhu.”

ูู„ู…ุง ุทู„ุน ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ูˆุฌู„ุณุง ู„ู„ุญุฏูŠุซ ุฐูƒุฑ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุถูŠูู‡ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ู…ุง ู„ุงุญุธุชู‡ ุงุจู†ุชู‡ ุŒ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ูŠุง ุฃุจุง ู…ุญู…ุฏ ู„ู‚ุฏ ุฃูƒู„ุช ูƒุซูŠุฑุงู‹ ู„ุฃู†ู†ูŠ ุฃุนู„ู… ุฃู† ุทุนุงู…ูƒ ู…ู† ุญู„ุงู„ ุŒ ูˆุฃู†ูƒ ูƒุฑูŠู… ูˆุทุนุงู… ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฏูˆุงุก ุŒ ูˆุทุนุงู… ุงู„ุจุฎูŠู„ ุฏุงุก ุŒ ูˆู…ุง ุฃูƒู„ุช ู„ุฃุดุจุน ูˆุฅู†ู…ุง ู„ุฃุชุฏุงูˆู‰ ุจุทุนุงู…ูƒ ุŒ ูˆุฃู…ุง ุฃู†ู†ูŠ ู„ู… ุฃู‚ู… ุงู„ู„ูŠู„ ูู„ุฃู†ู†ูŠ ุนู†ุฏู…ุง ูˆุถุนุช ุฑุฃุณูŠ ู„ุฃู†ุงู… ู†ุธุฑุช ูƒุฃู† ุฃู…ุงู…ูŠ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ููุชุญ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‘ ุจุงุซู†ุชูŠู† ูˆุณุจุนูŠู† ู…ุณุฃู„ุฉ ู…ู† ุนู„ูˆู… ุงู„ูู‚ู‡ ุฑุชุจุชู‡ุง ููŠ ู…ู†ุงูุน ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุŒ ูุญุงู„ ุงู„ุชููƒูŠุฑ ุจู‡ุง ุจูŠู†ูŠ ูˆุจูŠู† ู‚ูŠุงู… ุงู„ู„ูŠู„ ุŒ

Ketika agak siang dan mereka berbincang-bincang, Imam Ahmad berkata kepada Imam Syafi’i tentang apa yang dilihat oleh putrinya, lalu Imam Syafi’i Rahimahullah berkata :
“Wahai Aba Muhammad, aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia sedangkan makan orang mulia adalah obat, kalau makanan orang bakhil adalah penyakit. Jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.

Adapun semalam aku tidak sholat malam, hal itu dikarenakan ketika aku melatakkan kepalaku untuk tidur. Aku melihat seolah olah Al-Qur’an dan hadits berada di depanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang kususun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan shalat malam.

ูˆุฃู…ุง ุฃู†ู†ูŠ ุตู„ูŠุช ุจูƒู… ุงู„ูุฌุฑ ุจุบูŠุฑ ูˆุถูˆุก ุŒ ููˆุงู„ู„ู‡ ู…ุง ู†ุงู…ุช ุนูŠู†ูŠ ุญุชู‰ ุฃุฌุฏุฏ ุงู„ูˆุถูˆุก . ู„ู‚ุฏ ุจู‚ูŠุช ุทูˆุงู„ ุงู„ู„ูŠู„ ูŠู‚ุธุงู†ุงู‹ ุŒ ูุตู„ูŠุช ุจูƒู… ุงู„ูุฌุฑ ุจูˆุถูˆุก ุงู„ุนุดุงุก . ุซู… ูˆุฏู‘ุนู‡ ูˆู…ุถู‰ .
ูู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ู„ุงุจู†ุชู‡ : ู‡ุฐุง ุงู„ุฐูŠ ุนู…ู„ู‡ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ูˆู‡ูˆ ู†ุงุฆู… ( ุฃูŠ ู…ุณุชู„ู‚ู ) ุฃูุถู„ ู…ู…ุง ุนู…ู„ุชู‡ ูˆุฃู†ุง ู‚ุงุฆู… .

Adapun ketika shalat subuh bersama kalian aku tidak wudhu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudhu.

Semalam suntuk aku terjaga, jadi aku shalat subuh bersama kalian dengan wudhu sholat ‘Isya.”

Kemudian Imam Syafi’i berpamitan dan pulang.

Imam Ahmad berkata kepada putrinya :

“Yang dikerjakan oleh oleh Imam
Syafi’i semalam dalam keadaan tiduran, lebih utama daripada apa yang kukerjakan sambil shalat malam.”

Sumber : Kitab Zaadul Murabbiyyin

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Telegram Channel @bekalakhirat
telegram.me/bekalakhirat
bekalakhirat.wordpress.com
CP +6282319017000

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

Ajaran Jesus (Tawhid) versus Ajaran Paulus (Kristen)

Ajaran Yesus merupakan kelanjutan dari ajaran Musa (monotheis), yaitu meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Ilaah (tertulis dalam Injil โ€œElohiimโ€) dan Jesus hanyalah rasulullah (Yohanes 17:3). Namun, setelah kepergian Jesus (beberapa riwayat menyebutkan bahwa Jesus kemudian hanya menjadi nabi saja), Saulus dari Tarsus (Paulus) melakukan berbagai penyimpangan dalam agama Nashrani dan memunculkan agama baru, Kristen. Berikut sedikit di antara daftar penyesatan yang dilakukan oleh Paulus.

i. Yesus adalah Tuhan

1 Korintus 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Menurut ayat karangan Paulus di atas, Jesus adalah Tuhan. Padahal, Jesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Jesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel.

Ulangan 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.

Matius 15:24 Jawab Jesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Markus 12:29 Jawab Jesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah Engkau utus.

ii. Sunat tidak penting

Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

1 Korintus 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum-hukum Allah. Hukum-hukum Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki-laki. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Jesus pun disunat (Lukas 2:21). Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

iii. Salib menebus dosa

Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Jesus disalib adalah untuk menebus dosa-dosa manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Jesus berikut ini: Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

Markus 10:14 Ketika Jesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga Matius 19: 14).

Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing-masing. Bahkan menurut Jesus sendiri, anak-anak adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak-anak yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang tidak berdasar !

iv. Segala sesuatu halal

1 Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk-mabukan di negara Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (Imamat 20: 1-27 dan Ulangan 22: 13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (Imamat 10: 9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (Imamat 11: 1-47 dan Ulangan 14: 3-21); Tuhan mengharamkan darah (Imamat 17: 12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (Imamat 15: 1-34); Laki-laki yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (Imamat 15: 16-18); Tuhan mengharamkan riba (Ulangan 23: 19-20); Jesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (Matius 5: 30; 18: 8 dan Markus 9: 43,45); Jesus memerintahkan cungkil mata bagi laki-laki yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (Matius 5: 29; 18: 9 dan Markus 9: 47); Jesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (Yohanes 8: 7); dan lain-lain.

Bahkan dalam ceramahnya, Ust. Sanihu Munir dengan data dan fakta berhasil membuktikan bahwa Jesus ternyata seorang muslim dan melakukan poligami !!!

Kesesatan yang dilakukan oleh Paulus masih banyak lagi, misalnya adalah adanya dosa keturunan, surat pengampunan dosa, kerahiban (tidak menikah), Menolak hukum Taurat, menghalalkan babi, membungkus orang mati dengan pakaian yang rapi, dan lainnya, yang semua itu tidak akan kita temukan dalam ajaran Yesus.

Sayahadat Nicaea

Berikut merupakan โ€œsyahadat Nicaeaโ€ hasil kesepakatan Konsili Nicaea.

Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem
Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa,
factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium.
Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan
Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum,
Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal,
Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine,
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang.
Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri
Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa
per quem omnia facta sunt.
segala sesuatu dijadikan olehnya.
Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis.
Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita.
Et incarnatus est de Spiritu Sancto
dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus
ex Maria virgine et homo factus est.
dari Perawan Maria dan menjadi manusia.

Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato,
Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus

passus et sepultus est.
Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan.
Et resurrexit tertia die secundum Scripturas.
Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci.
et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris.
Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa
Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos,
Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati;
cuius regni non erit finis.
KerajaanNya takkan berakhir.
Et in Spiritum Sanctum, Dominum et vivificantem,
Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan;
qui ex Patre (Filioque)* procedit.
Ia berasal dari Bapa (dan Putra)*
Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur:
Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan.
qui locutus est per prophetas.
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi
Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam.
Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katholik* dan apostolik.
Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum.
Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.
Et expecto resurrectionem mortuorum,
Aku menantikan kebangkitan orang mati,
et vitam venturi saeculi. Amen.
dan kehidupan di akhirat. Amin.

==========

Ribet dan terlalu panjang?

Ya udah yang gampang-gampang aja :

Asy hadu an Laailaaha illaLlah, wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

Kaidah Tadakhul Ibadah dan Perubahan Niat dalam Ibadah

Disarikan dari Dirasah Ushul Fiqih

bersama Syaikh Fahd Al Ammari

(Qadhi Al Mamlakah Al Ula, Makkah Al Mukarramah)

ย 

Beberapa Jenis Tadakhul Ibadah

Tadakhul dalam permasalahan hadats

  1. Hadats kecil masuk ke dalam hadats besar
  2. Para ulama berbeda pendapat apakah disyaratkan dua niat atau tidak dalam masalah ini.
  3. Yang wajib masuk ke dalam yang wajib
  4. Yang sunnah masuk ke dalam yang wajib

Tadakhul dalam shalat

  1. Tidak ada tadakhul dalam beberapa shalat fardhu
  2. Tidak ada tadakhul dalam shalat sunnah muqayyadah
  3. Sahnya tadakhul antara shalat fardhu dengan shalat sunnah muthlaqah
  4. Sahnya tadakhul antara shalat sunnah muqayyadah dengan shalat sunnah muthlaqah

Tadakhul dalam shiyam

  1. Tidak ada tadakhul dalam beberapa shaum yang wajib
  2. Terjadi perbedaan pendapat tentang sah atau tidaknya tadakhul antara yang wajib dan sunnah
  3. Terdapat rincian tentang tadakhul antara beberapa shaum sunnah

 

Kaidah Perubahan Niat dalam Ibadah

  1. Perubahan niat dari ibadah muthlaqah ke ibadah muqayyadah : tidak sah
  2. Perubahan niat dari ibadah muqayyadah ke ibadah muthlaqah : sah
  3. Perubahan niat dari ibadah muqayyadah ke ibadah muqayyadah : tidak sah
  4. Perubahan niat dari ibadah muthlaqah ke ibadah muthlaqah : sah

 

Rd. Laili Al Fadhli

Disampaikan dalam kajian umum Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Bandung, Sabtu 29 September 2012

Pintu Masuk Dosa dan Maksiat

Masih saja engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lainnya…

Pada semua yang hijau lagi manis dan menggoda…

Kau kira itu adalah obat bagi lukamu yang menganga…

Padahal ia hanya menambah goresan luka yang ada…

[Ibn Qayyim Al Jawziyyah]

Jangan Diajak Maksiat

1. Pandangan (Lahadzhat)

Lahadzat adalah pandangan kepada hal-hal yang menuju kemaksiatan. Bukan sekedar memandang, tetapi diikuti dengan pandangan selanjutnya. Pandangan adalah pemimpin sekaligus duta nafsu syahwat. Menjaga pandangan berarti menjaga kemaluan. Maka siapa saja yang mengumbar pandangannya, maka ia akan masuk kepada hal-hal yang membinasakan.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menasihati ‘Ali radhiyallahu ‘anhu :

Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan selanjutnya. Pandangan pertama adalah kenikmatan bagimu, dan yang kedua membinasakanmu.

Pandangan ibarat sebuah anak panah, namun belum sampai anak panah itu mengenai apa yang dilihat, namun ia telah mengenai hati orang yang melihat. Sabda Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย :

Pandangan adalah anak panah beracun dari panah-panah iblis. Barangsiapa yang menundukan pandangannya dari keelokan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya kemanisan iman hingga hari kiamat.

Memandang adalah sumber dari segala bencana yang menimpa manusia. Melihat melahirkan lamunan dan khayalan, khayalan melahirkan pemikiran, pikiranย melahirkan syahwat dan syahwatย melahirkanย kemauan. Kemauan akan semakin kuat hingga memunculkan tekad dan akhirnya terjadilah apa yang terjadi selagi tidak ada yang menghalangi.

Sungguh, kepayahan yang ditimbulkan oleh lahadzat terus-menerus akan tetap ada dan menyakiti pelakunya. Sebuah hikmah mengatakan, โ€œSesungguhnya menahan pandangan-pandangan kepada yang haram lebih ringan daripada menahan kepayahan yang ditimbulkan terus menerus.โ€

2. Lintasan Pikiran (Khatharat)

Bahwa apa yang hadir di pintu lamunan dan khayalan lebih berbahaya dan sulit dihindari. Dari sinilah awal dari kebaikan dan keburukan. Dari sini pula lahir kemauan (iradah), cita-cita, dan tekad yang kuat (azzam). Namun hendaknya seseorang membatasi lamunan yang berputar pada empat hal:

  • Lamunan yang bisa dimanfaatkan oleh seorang hamba dalam urusan dunianya.
  • Lamunan yang berfungsi mengusir marabahaya dunia.
  • Lamunan yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan akhirat.
  • Lamunan yang berfungsi menolak marabahaya akhirat.

Kemampuan seseorang dalam menentukan skala prioritas untuk memilih satu di antara empat lamunan di atas begitu penting. Karena bila ia mendahulukan yang satu, maka ia akan kehilangan yang lain. Namun, ada pula di antara mereka yang sanggup mengompromikan karena sulit untuk dipisahkan. Maka yang berperan untuk melakukan hal tersebut adalah akal, pemahaman agama, serta pengetahuan. Ketinggian derajat seseorang dan juga keberhasilannya ditentukan oleh keputusannya dalam menyikapi antara benturan kepentingan tersebut.

Hendaknya pula manusia menggunakan akalnya untuk Allah dan kepentingan di akhiratnya. Yaitu dengan :

  • Memahami ayat-ayat Allah dalam al Quran dan maksudnya.
  • Memikirkan dan mengambil ayat Allah dari alam.
  • Memikirkan nikmat Allah yang bermacam-macam dan begitu luas.
  • Memikirkan tentang aib pribadi.
  • Memikirkan kewajiban dan tugas yang berkaitan erat dengan waktu.

Ketahuilah, bahwa masuknya lintasan pikiran dan lamunan tidak akan mengundang bahaya. Yang berbahaya adalah ketika semua itu diundang dan kemudian tidak diarahkan. Lamunan akan sangat mudah menyerang jiwa yang kosong dan sangat berat melawan jiwa yang tenang.

Bila manusia berusaha mengosongkan lintasan pikirannya, maka setan akan masuk dan menanamkan kebatilan di dalamnya dalam bentuk yang berbeda dari wujud aslinya sehingga mereka mengira bahwa ia adalah kemuliaan yang paling tinggi.

Allah telah merangkai dua jenis jiwa pada diri manusia, yaitu ammarah bissuu’ (yang memerintahkan kepada keburukan) dan jiwa muthma’innah (yang tenang). Dua jiwa ini akan selalu bertarung. Yang menang akan menguasai jiwa dan pikiran, sedangkan peperangan akan terus berlanjut hingga ajalnya tiba.

Hati ibarat sebuah kanvas putih yang bersih dan lintasan pikiran adalah ukiran dan lukisan yang berada di atasnya.ย Sungguh orang yang paling sempurna adalah orang yang memenuhi pikirannya, lamunannya, dan kemauannya untuk mencapai hal-hal yang diridhai Allah dan kebaikan bagi manusia secara umum. Umar bin Al Khathab adalah salah satu contoh orang yang pikirannya penuh sesak dengan peribadahan kepada Allah. Bila ia shalat, pikirannya juga digunakan untuk mengatur tentaranya. Sehingga ia menyatukan dalam satu waktu antara shalat dengan jihad.

3. Lisan (Lafadzhat)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Ada seorang laki-laki berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.” Maka Allah berakata, “Siapa yang mengatakan bahwa Aku tidak mengampuni dosa fulan? Sesungguhnya aku telah mengampuni dosanya dan menghapus kesalahannya. Dan aku telah menghapus amal-amalmu.” [HR. Muslim dari Jundub]

Siapa yang menjamin bagiku apa yang ada di antara dua jenggotnya dan di antara dua kakinya, maka aku menjamin baginya syurga. [HR. Bukhari, Tirmidziy, dan Ahmad]

Iman seseorang tidak akan lurus sampai lurus hatinya. Dan hati seseorang tidak akan lurus hingga lurus lidahnya. [HR. Ahmad]

Siapa yang menjaga lidahnya, maka Allah akan menutupi aib-aibnya. [HR. Abu Nu’aim dan Ibnu Abid Dunya]

Kebanyakan makhluq Allah yang menyimpang adalah dikarenakan perkataan dan diamnya. Sedangkan orang yang ahli adalah yang dapat berdiri di antara keduanya dengan seimbang.

  • Bencana Lisan
    • Perkataan yang tidak dibutuhkan.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya. [HR. Tirmidziy]

    • Melibatkan diri dalam kebatilan.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang keras lagi suka bertengkar. [Muttafaq ‘Alayh]

    • Banyak bicara dan memaksakan diri dengan kata-kata sajak.

Ibnul Jawzi rahimahullah berkata,

Dalam hal ini tidak termasuk pidato/ ceramah bila dimaksudkan untuk menggugah hati para pendengar.

    • Bicara keji, suka mencela, dan suka mengumpat.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Jauhilah perbuatan keji, karena Allah tidak menyukai perkataanย keji dan mengata-ngatai dengan perkataan keji. [HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad]

An Nakha’iy rahimahullahย berkata,

Bila seseorang berkata kepada orang lain : “Hai keledai, hai babi..!”, maka pada hari kiamat nanti akan dikatakan kepadanya, “Apakah menurut pendapatmu Allah menciptakannya sebagai keledai atau babi?”

    • Bercanda dengan berlebihan.

Dalam hal ini, tidaklah Rasulullah bercanda kecuali memenuhi tiga hal:

  • Tidak berdusta
  • Sering dilakukan terhadap wanita, anak-anak, dan orang-orang lemah yang membutuhkan bimbingan
  • Dilakukan jarang-jarang, tidak terus menerus.

 

    • Mengejek dan mengolok-olok.

Larangan ini telah banyak disebutkan dalam al Quran dan as Sunnah. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa mengolok-olok orang lain dapat dilakukan meski dengan kerdipan mata, dan hal tersebut sudah termasuk dosa dan maksiat.

    • Membocorkan rahasia, melanggar janji, berdusta dalam perkataan dan sumpah.

Semua hal tersebut dilarang, kecuali bila ada keringanan untuk berdusta, seperti berdusta untuk menyenangkan istri atau sebagai siasat perang.

    • Ghibah.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Siapa yang mencari-cari aib orang lain, maka Allah akan mencari-cari aibnya. [HR. Abu Dawud]

Jauhilah ghibah karena ghibah lebih keras daripada zina.

Syari’at menetapkan bahwa ada sebagian ghibah yang diperbolehkan, di antaranya:

  • Karena ada tindak kedzhaliman. Orang yang didzhalimi boleh menyebut kedzhaliman yang dilakukan orang tertuduh kepadanya.
  • Sebagai upaya mengubah kemunkaran.
  • Meminta fatwa.
  • Memperingatkan kaum muslimin.
  • Bila orang yang dighibah melakukan kefasikan terang-terangan.

 

    • Namimah (mengadu domba).

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Tidak masuk syurga orang yang suka mengadu domba. [Muttafaq ‘Alayh]

    • Perkataan dengan dua lidah.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Sesungguhnya orang yang paling jahat adalah orang yang memiliki dua wajah, yang datang kepada seseorang dengan wajah yang satu, dan kepada yang lain, dengan wajah yang lainnya. [Muttafaq ‘Alayh]

    • Kata-kata pujian yang berlebihan.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda saat mendengar seseorang memuji orang lain,

Celakalah engkau karena telah memenggal leher rekanmu. [Muttafaq ‘Alayh]

    • Kesalahan yang berkaitan erat dalam menjelaskan maksud Allah dalam Al Quran dan maksud Rasul dalam as Sunnah.

Rasulullahย shallallahu ‘alayhi wa sallamย bersabda,

Begitu cepat manusia bertanya, sampai-sampai mereka berkata, “Allah telah menciptakan makhluq.” Lalu, siapakah yang menciptakan Allah. [HR. Abu Dawud]

Pertanyaan tentang sesuatu yang rumit merupakan bencana. Tidak ada yang bisa meluruskannya kecuali ulama yang lurus. Siapa yang ilmunya terbatas, lalu mencari-cari tahu makna sifat dan Dzat Allah, atau menta’wil ayat-ayat mutasyabbihat, atau mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bermanfaat akan menyebabkan dirinya terpeleset dan membinasakan dirinya sendiri.

##########

Sumber Rujukan :

Ibnu Qayyim Al Jawziyyah. Ad Daaโ€™ wad Dawaaโ€™ (Al Jawaabul Kaafi liman Saala โ€˜anid Dawaaโ€™isy Syaaffiโ€™).

Ibnu Qudamah Al Maqdisi. Mukhtashar Minhajul Qashidin libnil Jawzi.

##########

Rd. Laili Al Fadhli

Disampaikan pada taโ€™lim umum Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Bandung , Sabtu, 22 September 2012